Pameran Naskah Kuno Meriahkan Hari Kunjung Perpustakaan Kota Pekanbaru

  • 14 Sep 2026 15:22 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru menggelar pameran naskah kuno dalam rangka memeriahkan Hari Kunjung Perpustakaan, Senin 14 September 2026, di Perpustakaan Tenas Effendy Kota Pekanbaru. Pameran ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus mengenalkan khazanah sejarah dan budaya Melayu.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, mengatakan pameran naskah kuno merupakan bagian dari inovasi untuk menarik masyarakat datang ke perpustakaan. Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, BRIN, Balai Pelestarian Kebudayaan Melayu Riau, dan Bunda Literasi Kota Pekanbaru.

“Ini sebenarnya langkah inovasi agar kunjungan perpustakaan kita meningkat. Kita memang harus selalu membuat inovasi-inovasi seperti ini,” ujar Muhammad Amin.

Muhammad Amin menyebut sekitar 18 naskah kuno dipamerkan, terdiri dari naskah berbahasa Arab dan Arab Melayu. Menurutnya, naskah kuno juga menjadi sumber penting dalam menggali sejarah Pekanbaru, termasuk bukti penyebutan nama Pekanbaru dalam surat Raja Ali yang tersimpan di Leiden.

“Penggalian naskah kuno masih perlu kita lakukan, terutama di Pekanbaru. Mudah-mudahan pameran ini dapat menambah khazanah budaya Melayu di Kota Pekanbaru,” katanya.

Staf Ahli Wali Kota Pekanbaru bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mardiansyah, mengatakan Pemko Pekanbaru mendukung pelestarian dan pemanfaatan kembali naskah-naskah kuno. Menurutnya, catatan dari generasi terdahulu dapat menjadi sumber pembelajaran untuk memahami pemikiran dan kehidupan masa lalu serta memberikan masukan bagi pemerintahan saat ini.

“Ini sangat penting untuk menggali kembali ruh dari masa lalu, baik ide, pemikiran maupun catatan yang dapat memberikan masukan dan arahan bagi pemerintahan saat ini,” ujar Mardiansyah.

Mardiansyah menjelaskan sejumlah naskah yang dipamerkan diperkirakan berasal dari abad ke-19, termasuk salah satu naskah yang masih ditulis di atas daun lontar dan memuat terjemahan kitab. Sementara itu, salah seorang pengunjung, Nadin Fadhilah Pramesti, mahasiswa UMRI, mengaku tertarik karena pameran tersebut memberinya kesempatan mengenal budaya Melayu Riau.

“Unik dan menarik. Saya keturunan Jawa-Minang dan penasaran dengan budaya Melayu Riau. Sebagai Gen Z, kami jarang dihadirkan dengan kegiatan seperti ini. Jadi, ini menjadi momen yang tepat untuk belajar dan mengenal naskah kuno,” ujarnya.

Pameran naskah kuno tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 September 2026. Berbagai koleksi ditampilkan, di antaranya naskah tafsir tulisan tangan, Tarekat Naqsyabandiyah, azimat, petuah, rajah, serta sejumlah naskah kuno lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....