Karhutla Baru Muncul di Tembilahan
- 07 Sep 2026 10:22 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Titik api baru terdeteksi di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, dan hingga Minggu 6 September 2026 tim gabungan masih melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.
Penanganan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD dan Damkar setempat. Tim pemadam dari PLTU yang berada di sekitar Parit 21 turut dikerahkan, bersama Masyarakat Peduli Api atau MPA serta warga setempat. Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari area karhutla sebelumnya yang telah berhasil dikendalikan.
| Baca juga: Korporasi Diminta Perkuat Cegah Karhutla |
Kapolres Inhil AKBP Doni Eka Listianto melalui Kapolsek Tembilahan IPDA Ripal Indrawata mengatakan, api pertama kali diketahui pada Sabtu 5 September 2026 sekitar pukul 17.30 WIB di kawasan Jalan Terusan Mas.
"Api diketahui pertama sekali pada Sabtu kemarin sekitar pukul 17.30 WIB. Saat ini tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman," kata Ripal, Minggu 6 September 2026.
Kebakaran terjadi pada lahan yang didominasi semak belukar dengan luas yang diperkirakan mencapai tiga hektare. Kondisi angin yang cukup kencang di kawasan terbuka membuat api bergerak cepat. Ditambah kemarau panjang, ketersediaan sumber air di sekitar lokasi juga menjadi terbatas.
Petugas juga menghadapi kendala akses menuju titik kebakaran yang berjarak sekitar dua kilometer dari jalan utama. Kondisi tersebut membuat distribusi air dan mobilisasi peralatan pemadam menjadi lebih sulit. Untuk mengatasi hal itu, tim memaksimalkan penggunaan mobil pemadam serta peralatan portabel untuk melokalisir kobaran api.
"Sampai sekarang tim gabungan masih di lokasi berjuang melakukan pemadaman. Fokus utama tim di lapangan adalah mengendalikan pergerakan api agar tidak merembes, tidak mengancam kawasan pemukiman warga, serta mencegah perluasan areal terbakar ke wilayah lainnya," ujar Ripal.
Tim gabungan masih disiagakan di lokasi hingga api benar-benar dapat dikendalikan. Pemantauan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, terutama karena kondisi lahan yang kering dan angin yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....