Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Inhu Beralih Daring

  • 26 Agt 2026 17:52 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Indragiri Hulu – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengambil langkah cepat menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Pemkab Inhu menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring bagi peserta didik mulai jenjang PAUD hingga SMP untuk mengurangi risiko paparan asap.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara. Surat edaran itu mengacu pada Keputusan Bupati Inhu Nomor Kpts.156/III/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian, mengatakan kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan BMKG pada Minggu (23/8/2026). Saat itu, kualitas udara di Kabupaten Inhu berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

“Surat Edaran tersebut berdasarkan hasil pantauan BMKG pada Minggu, 23 Agustus 2026 bahwa kualitas udara di Kabupaten Inhu tidak sehat hingga sangat tidak sehat,” kata Zulfahmi, Rabu 26 agustus 2026.

Ia menjelaskan, PJJ diberlakukan bagi satuan pendidikan PAUD/TK, SD/MI, dan SMP/MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Inhu. Selama kabut asap masih terjadi dan kualitas udara berada pada level tidak sehat, peserta didik tidak perlu datang ke sekolah maupun mengikuti kegiatan lain yang mengharuskan kehadiran secara langsung.

Zulfahmi juga mengimbau satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Agama serta kementerian dan lembaga lainnya untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara. Pelaksanaan pembelajaran daring diminta dilakukan secara sederhana, efektif, dan tidak membebani peserta didik, namun tetap memastikan proses belajar mengajar berjalan.

Selain itu, orang tua atau wali diminta memastikan anak tetap berada di dalam rumah dan menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika terdapat keperluan mendesak yang mengharuskan anak keluar rumah, penggunaan masker sangat dianjurkan untuk mengurangi paparan kabut asap.

Untuk sekolah yang menerima program Makan Bergizi (MBG), pihak sekolah diminta berkoordinasi dengan orang tua atau wali agar makanan dapat diambil di sekolah. Sementara pelaksanaan pembelajaran pada hari berikutnya akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara yang disampaikan BMKG dan instansi terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....