DPRD Pekanbaru Dukung PJJ, Minta Sekolah Utamakan Kesehatan Siswa
- 26 Agt 2026 10:37 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - DPRD Kota Pekanbaru mendukung kebijakan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan siswa tetap terlindungi.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin ST MEng, mengatakan pemerintah daerah perlu menempatkan kesehatan peserta didik sebagai prioritas utama ketika kondisi udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. “Kita dukung PJJ sampai 28 Agustus dan sekolah swasta juga harus mematuhinya. Tentunya kesehatan siswa-siswi jauh lebih penting,” kata Tekad kepada datariau.com, Selasa, 25 Agustus 2026.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menetapkan pembelajaran dari rumah bagi siswa PAUD, TK, SD hingga SMP selama tiga hari, mulai 26 sampai 28 Agustus 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan penurunan kualitas udara di Pekanbaru.
DPRD Pekanbaru menilai penyesuaian kegiatan belajar perlu dilakukan secara cepat apabila kondisi lingkungan berpotensi membahayakan kesehatan anak. Menurut Tekad, peserta didik tidak seharusnya dipaksakan menjalani aktivitas di sekolah ketika tingkat pencemaran udara sudah berada pada kondisi yang berisiko.
Ia juga meminta agar kebijakan PJJ tidak hanya diterapkan oleh sekolah negeri. Sekolah swasta di Pekanbaru dinilai harus mengikuti langkah yang sama sehingga perlindungan terhadap peserta didik dapat dilakukan secara merata.
Selain mendukung pembelajaran dari rumah, DPRD mengingatkan agar kualitas kegiatan belajar tetap diperhatikan. Tekad menilai penerapan PJJ tidak boleh sekadar memindahkan tugas sekolah ke rumah tanpa adanya metode pembelajaran yang terencana. “Skema PJJ ini harus kreatif. Para guru harus bisa membuat pembelajaran tetap menarik sehingga outcome atau hasil pembelajarannya tetap tercapai,” ujarnya.
Menurutnya, guru perlu menyesuaikan metode pengajaran dengan kondisi peserta didik selama belajar dari rumah. Pemanfaatan media digital, komunikasi interaktif dan penyampaian materi yang sederhana dapat menjadi bagian dari strategi agar proses belajar tetap efektif. DPRD juga mendorong sekolah memastikan guru memperoleh dukungan yang memadai selama penerapan PJJ. Pendampingan dan penguatan kemampuan tenaga pendidik dinilai diperlukan agar pembelajaran daring tidak mengurangi ketercapaian kompetensi siswa.
Tekad turut mengingatkan peran orang tua selama PJJ berlangsung. Anak-anak sebaiknya tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap belum membaik. Apabila terdapat kebutuhan mendesak yang mengharuskan siswa keluar rumah, penggunaan masker perlu menjadi perhatian sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan udara tercemar.
DPRD Pekanbaru berharap pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara dan melakukan evaluasi secara berkala. Kebijakan pembelajaran berikutnya harus disesuaikan dengan kondisi aktual serta mempertimbangkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun instansi terkait.
"Keputusan mengenai keberlanjutan pembelajaran tatap muka harus tetap berorientasi pada kepentingan peserta didik. Selama kualitas udara belum kembali aman, pemerintah dan sekolah diminta tidak mengambil risiko yang dapat membahayakan kesehatan siswa," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....