Udara Riau Memburuk, Warga Diminta Perkuat Perlindungan
- 24 Agt 2026 11:11 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Penurunan kualitas udara yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan. Paparan asap, terutama partikel halus PM2.5, berisiko mengganggu saluran pernapasan sehingga perlindungan diri perlu dilakukan saat beraktivitas.
Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Provinsi Riau, dr Indra Yovi, mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Ia menyebut masker N95 menjadi pilihan yang paling direkomendasikan karena mampu menyaring partikel polutan berukuran sangat kecil.
“Masker yang paling direkomendasikan yakni masker N95. Tetapi minimal pakai masker bedah biasa untuk kondisi sekarang sudah cukup, karena masker N95 kadang susah didapat dan harganya relatif mahal,” kata Indra Yovi.
Menurutnya, masyarakat juga perlu memperhatikan kualitas udara di dalam rumah. Jika asap dari luar masuk ke dalam ruangan, penggunaan air purifier dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu mengurangi polusi udara di dalam rumah atau indoor pollution.
Selain menjaga kualitas udara di dalam ruangan, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas fisik di luar rumah selama kondisi udara belum membaik. Kegiatan olahraga seperti bersepeda dan jogging sebaiknya ditunda untuk sementara waktu.
“Aktifitas olahraga di luar rumah seperti bersepeda ataupun jogging dengan kondisi sekarang sebaiknya ditunda,” ujarnya.
Indra juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh dengan memenuhi kebutuhan cairan. Konsumsi air putih yang cukup diperlukan untuk membantu mencegah dehidrasi dan menjaga tenggorokan agar tidak mudah kering akibat paparan asap.
“Masyarakat kami imbau untuk dapat menjaga kesehatan, seperti minum air putih yang cukup. Serta makan makanan yang sehat dan bergizi,” ucapnya.
Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia serta masyarakat yang memiliki gangguan atau penyakit pada paru-paru dan saluran pernapasan. Kelompok tersebut disarankan membatasi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih berada pada kondisi tidak sehat.
“Kelompok rentan seperti lansia, mereka yang memiliki penyakit paru sebaiknya menghindari aktivitas di luar rumah,” katanya.
Ia berharap masyarakat dapat mengikuti imbauan kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Riau. Dengan membatasi paparan asap dan menjaga kondisi tubuh, risiko gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara dapat ditekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....