Pasar Murah Digelar di Empat Lokasi Pekanbaru
- 24 Agt 2026 10:52 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau kembali menggelar Operasi Pasar Murah di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru sepanjang pekan ini. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus membantu menekan laju inflasi di daerah.
Operasi pasar yang dikoordinasikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah digelar selama empat hari. Jumlah pelaksanaan pekan ini lebih sedikit dari biasanya karena Selasa 25 Agustus 2026 merupakan libur nasional dalam rangka Maulid Nabi.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan seluruh kegiatan pasar murah pekan ini dipusatkan di Pekanbaru. Menurutnya, penyesuaian jadwal dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok.
"Berhubung pada Selasa, 25 Agustus merupakan Hari Libur Maulid Nabi, makanya untuk pekan ini hanya digelar empat kali dan semuanya difokuskan di Kota Pekanbaru," kata Tetty di Pekanbaru, Senin 24 agustus 2026.
Kegiatan pertama berlangsung Senin 24 agustus 2026 di Halaman Kantor Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai. Pasar murah kemudian berlanjut pada Rabu 26 agustus 2026 di Halaman Kantor Lurah Palas, Kecamatan Rumbai, dilanjutkan Kamis 27 Agustus 2026 di Halaman Kantor Kelurahan Industri, Kecamatan Tenayan Raya.
Rangkaian operasi pasar ditutup pada Jumat 28 agustus 2026 di Halaman Kantor Lurah Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai. Masyarakat yang datang juga diingatkan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara akibat kabut asap.
Sejumlah kebutuhan pokok disediakan dengan harga yang telah ditetapkan. Beras SPHP dijual Rp60.000 per lima kilogram, beras Anak Daro dan Sokan Rp84.500 per lima kilogram, gula pasir Rp18.000 per kilogram, serta Minyakita Rp15.500 per bungkus.
Selain itu, masyarakat dapat membeli garam Krista seharga Rp2.000 per 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per 250 gram, serta telur ayam Rp49.000 per papan. Penyediaan komoditas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Tetty mengimbau masyarakat yang hendak berbelanja agar mengikuti aturan dan mengantre secara tertib di masing-masing lokasi. Ia juga mengajak warga membawa kantong belanja sendiri sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
"Kami harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib, dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah guna mengurangi penggunaan kantong plastik," ucap Tetty.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....