Bupati Kampar Imbau Warga Jangan Bakar Lahan

  • 24 Agt 2026 11:02 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Kampar – Bupati Kampar, Ahmad Yuzar mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan menyusul meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta munculnya kabut asap di sejumlah wilayah Riau, termasuk Kabupaten Kampar.

Imbauan tersebut disampaikan Ahmad Yuzar saat mendampingi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan dan Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu meninjau sekaligus membantu pemadaman Karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Minggu 23 Agustus 2026.

Bupati mengatakan kebakaran lahan dapat berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan perekonomian. Pemerintah Kabupaten Kampar juga telah menurunkan alat berat untuk membantu menjangkau lokasi yang sulit dilalui kendaraan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan. Mari bersama-sama menjaga daerah kita agar terhindar dari kebakaran hutan dan lahan,” tegas Ahmad Yuzar.

Menurutnya, munculnya kabut asap menjadi peringatan agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan pencegahan. Penanganan Karhutla, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, TNI, Polri dan petugas pemadam, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan patroli udara terus dilakukan untuk memantau titik api dan memastikan penanganan di lapangan berlangsung cepat serta terkoordinasi.

“Melalui udara kita dapat melihat titik api, tetapi yang terpenting bagaimana informasi itu segera diterjemahkan menjadi tindakan di lapangan. Karena itu, seluruh sumber daya harus bergerak bersama,” ujar Herry.

Kapolda menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat. Setiap titik api harus segera ditangani agar tidak meluas dan menimbulkan kebakaran kembali.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menambahkan, TNI terus memperkuat dukungan personel dalam penanganan Karhutla bersama seluruh unsur terkait.

“Tidak ada sekat TNI, Polri maupun instansi lainnya ketika yang kita hadapi adalah ancaman terhadap masyarakat dan lingkungan. Semua harus bekerja bersama,” katanya.

Kehadiran langsung unsur pimpinan daerah di lokasi kebakaran menjadi bentuk keseriusan dalam menangani Karhutla. Pemerintah mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan untuk mencegah munculnya titik api baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....