Pemprov Riau Perkuat Antisipasi Karhutla

  • 23 Agt 2026 16:31 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Penguatan dilakukan dengan mengerahkan personel, menambah peralatan pemadaman, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Audiensi dengan Menteri Kesehatan RI sekaligus Rapat Penanganan Karhutla yang digelar di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Riau, Minggu 23 Agustus 2026. Pemprov Riau menilai kesiapsiagaan perlu ditingkatkan menjelang September hingga November yang diperkirakan masih menjadi periode rawan kebakaran.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu instansi. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, tenaga kesehatan, dunia usaha hingga masyarakat harus bergerak secara terpadu, terutama di daerah yang memiliki kawasan gambut dan rawan terbakar.

“Kita tidak boleh lengah, terutama menghadapi September, Oktober hingga November yang perlu kita antisipasi bersama. Karena itu, seluruh kekuatan yang ada harus kita siapkan dan dikerahkan ke lokasi yang membutuhkan penanganan,” kata SF Hariyanto.

Selain fokus pada pemadaman, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kesehatan petugas dan masyarakat yang berpotensi terdampak asap. Pemprov Riau telah menyiapkan sekitar 110 ribu masker setiap hari, sementara kebutuhan obat-obatan dan oksigen juga diminta untuk dipastikan tersedia selama penanganan karhutla berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBDPK Provinsi Riau Edy Afrizal menyebut Pelalawan masih menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius. Berdasarkan pemantauan, terdapat 216 titik panas di wilayah tersebut. Kondisi gambut, vegetasi yang mudah terbakar, serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Untuk memperkuat operasi, jumlah peralatan dan sumber air ditingkatkan dari enam menjadi sekitar 15 unit dengan melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD dan unsur lainnya. Selain itu, asap yang masuk ke Riau juga dipengaruhi kebakaran dari luar daerah, seperti Lampung, Sumatera Selatan dan Jambi, sehingga koordinasi antarwilayah dinilai penting untuk menekan dampak karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....