Plt Bupati Kuansing Turun di Pacu Jalur

  • 22 Agt 2026 20:59 WIB
  •  Pekanbaru

Kuantan Singingi – Ajang Pacu Jalur Eksibisi di Tepian Narosa Teluk Kuantan, Sabtu 22 Agustus 2026, berlangsung meriah dengan keikutsertaan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Muklisin, yang turun langsung sebagai timboruang di Jalur Setda Kuansing.

Kehadiran Muklisin menjadi perhatian masyarakat yang menyaksikan pertandingan. Ia tidak hanya menyaksikan perlombaan dari tepian, tetapi turut merasakan langsung perjuangan para anak pacuan di atas jalur.

Pacu Jalur Eksibisi Kabupaten Kuansing 2026 diikuti tiga jalur, yakni Bhayangkara Polda Riau, Tuah Sakti Negeri Lanal Dumai dan Setda Kuansing. Setelah melalui persaingan di gelanggang, Jalur Bhayangkara Polda Riau berhasil menjadi juara pertama, disusul Jalur Setda Kuansing sebagai juara kedua dan Tuah Sakti Negeri Lanal Dumai di posisi ketiga.

Jalur Setda Kuansing tampil cukup kuat dan berhasil melaju hingga babak penentuan. Namun, pada laga akhir, jalur tersebut harus mengakui keunggulan Bhayangkara Polda Riau yang keluar sebagai juara pertama.

Salah seorang anak pacuan Jalur Setda Kuansing, Yospendra, warga Beringin Taluk, mengaku senang melihat langsung keterlibatan PLT Bupati dalam pacuan. Menurutnya, kehadiran kepala daerah di tengah anak pacuan menunjukkan kedekatan dengan masyarakat.

“Saya merasa bahagia. Ternyata Pak Plt Bupati orangnya asyik dan ramah. Beliau bisa membaur dan ikut merasakan langsung bagaimana menjadi anak pacuan,” ujar Yospendra.

Sementara itu, H. Muklisin mengatakan keikutsertaannya sebagai *timboruang* merupakan bentuk dukungan sekaligus kecintaan terhadap tradisi Pacu Jalur yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Kuansing.

“Pacu Jalur bukan hanya perlombaan, tetapi bagian dari budaya dan jati diri masyarakat Kuansing. Saya senang bisa ikut langsung bersama anak-anak pacuan. Tradisi ini harus terus kita jaga, lestarikan dan kita kenalkan lebih luas,” kata Muklisin.

Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah, masyarakat dan para anak pacuan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi Pacu Jalur. Menurutnya, kebersamaan tersebut juga menjadi kekuatan untuk terus mengembangkan Pacu Jalur sebagai warisan budaya Kuansing.

Meski harus puas di posisi kedua, capaian Jalur Setda Kuansing tetap menjadi kebanggaan. Ajang eksibisi tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga memperkuat kebersamaan sekaligus menunjukkan semangat masyarakat dalam melestarikan tradisi Pacu Jalur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....