ISPA Melonjak akibat Kabut Asap, DPRD Pekanbaru Desak Sinergi Pemantauan Udara
- 20 Agt 2026 15:48 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kemunculan kabut asap di langit Kota Pekanbaru berbanding lurus dengan lonjakan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, setidaknya terdapat 376 warga yang terpapar penyakit saluran pernapasan tersebut terhitung sejak pekan pertama Agustus 2026.
Merespons tren penurunan kualitas udara yang kian mengkhawatirkan, Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) untuk segera membangun sinergi lintas sektoral. Keterlibatan instansi terkait seperti Dinkes, Dinas Pendidikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga BMKG dinilai sangat krusial guna memitigasi dampak yang lebih luas.
"Harus ada pemantauan kualitas udara yang terpadu dan berkelanjutan. Berdasarkan informasi, polusi ini mayoritas merupakan asap kiriman dari wilayah tetangga," ungkap Sabarudi pada Kamis 20 Agustus 2026.
Politisi tersebut menyoroti visibilitas udara yang sempat terganggu oleh kabut pekat pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar pemda menyiapkan opsi mitigasi yang cepat, termasuk wacana untuk meniadakan pembelajaran tatap muka jika kondisi dinilai sudah mengancam keselamatan kelompok rentan, khususnya para pelajar.
"Apabila polusi udara semakin menebal dan membahayakan kesehatan anak-anak, opsi mengalihkan ke pembelajaran daring atau meliburkan siswa seperti pengalaman sebelumnya bisa saja diterapkan. Tentu keputusan ini harus merujuk pada indikator valid dari tim pemantau," paparnya lebih lanjut.
Menurutnya, langkah antisipatif yang terencana akan mencegah pemerintah daerah dari keterlambatan dalam merumuskan kebijakan saat krisis udara terjadi secara tiba-tiba.
Sejalan dengan hal tersebut, peringatan kewaspadaan juga telah diterbitkan oleh jajaran Dinkes Pekanbaru. Sekretaris Dinkes, Dedy Sambudi, mengimbau seluruh warga untuk memperketat proteksi diri dari potensi paparan partikel udara sisa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Guna menekan laju lonjakan pasien ISPA, masyarakat sangat dianjurkan untuk membatasi kegiatan fisik di luar ruangan. Apabila aktivitas luar rumah tidak dapat dihindari, pemakaian masker pelindung menjadi langkah wajib yang harus dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....