Pemotong Rumput Siak Tembus NASA

  • 21 Agt 2026 00:36 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Siak – Kisah inspiratif datang dari Kabupaten Siak, Riau. Rahmat Setiawan, pemuda asal Perawang, berhasil mendapat pengakuan dari NASA setelah menemukan dan melaporkan celah keamanan pada sistem lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.

Menariknya, prestasi itu diraih Rahmat tanpa latar belakang sebagai pekerja profesional di bidang teknologi. Di usia 27 tahun, ia sehari-hari bekerja sebagai pemotong rumput pada salah satu perusahaan di Siak dengan status outsourcing.

Lulusan SMK YPPI Tualang jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) tersebut mulai serius mendalami teknologi secara otodidak sejak 2021. Dari proses belajar mandiri itu, Rahmat kemudian menekuni keamanan siber hingga mampu menemukan kerentanan pada sistem NASA.

Temuan tersebut dilaporkan melalui Vulnerability Disclosure Program, yakni program resmi NASA untuk menerima laporan mengenai potensi celah keamanan. Setelah melalui verifikasi tim keamanan NASA, laporan Rahmat dinyatakan valid dan namanya masuk dalam daftar apresiasi keamanan siber NASA.

Kemampuan Rahmat rupanya tidak hanya mendapat perhatian NASA. Ia juga disebut pernah memperoleh apresiasi dari Google. Bahkan, di hadapan Bupati Siak Afni Zulkifli, Rahmat mengaku pernah mendapat tawaran dari sejumlah pihak untuk memanfaatkan kemampuannya meretas sistem perbankan maupun sistem lainnya.

Rahmat mengatakan dirinya pernah melakukan pengujian terhadap keamanan sistem pemerintah daerah. Namun, ia menegaskan tidak pernah melakukan peretasan terhadap sistem pemerintah daerah di wilayah Riau.

Bupati Siak Afni Zulkifli menilai kemampuan yang dimiliki Rahmat merupakan potensi besar yang perlu dikembangkan dan mendapatkan pendampingan. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa talenta luar biasa dapat muncul dari berbagai latar belakang.

“Anak muda luar biasa, cuma pemotong rumput, tapi bisa mendapat penghargaan dari NASA dan Google, raksasa teknologi dunia,” kata Afni, Kamis 20 Agustus 2026.

Afni menyebut Rahmat sebagai aset bagi daerah dan negara. Ia bahkan mendorong agar Rahmat mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui beasiswa Pemerintah Kabupaten Siak.

“Rahmat ini adalah aset bagi negara ini, khususnya Kabupaten Siak dan Riau. Kita perlu membimbing lagi dan berupaya agar beliau bisa melanjutkan kuliah S1 dengan mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Siak,” ujarnya.

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan memberikan pendampingan agar kemampuan Rahmat terus berkembang dan dimanfaatkan untuk hal-hal positif. Menurutnya, prestasi tersebut perlu menjadi perhatian sekaligus motivasi bagi anak muda lainnya.

“Ilmu yang didapat secara otodidak ini harus digunakan untuk kepentingan kebaikan. Prestasi ini perlu kita hargai dan menjadi perhatian bersama,” katanya.

Perjalanan Rahmat menjadi bukti bahwa keterbatasan pekerjaan dan latar belakang pendidikan bukan penghalang untuk mengembangkan kemampuan. Dari belajar secara mandiri di Siak, ia mampu membawa keahliannya hingga mendapat apresiasi dari lembaga dan perusahaan teknologi kelas dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....