Pemkab Kampar Dorong Penerapan Teknologi Waste to Energy

  • 13 Agt 2026 08:32 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Bupati Kampar, Misharti, mendorong penerapan teknologi Waste to Energy atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Kampar untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Misharti saat menghadiri pembukaan Waste to Energy dan Indo Firex Expo di Hall B3 Jakarta International Expo, Jakarta, Rabu 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dibuka Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA.

Dalam kegiatan itu, Misharti didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar Refizal dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kampar Yuricho Efril. Ia menilai teknologi Waste to Energy dapat menjadi solusi dalam mengolah sampah yang tidak lagi memiliki nilai daur ulang menjadi energi, seperti listrik, panas, maupun bahan bakar.

Misharti menyambut positif perkembangan teknologi dan perubahan strategi pengelolaan sampah tersebut. Ia berharap konsep PSEL dapat diterapkan di Kabupaten Kampar sehingga penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir dapat dikurangi.

“Saya menyambut baik teknologi terbarukan ini. Saya berharap Waste to Energy dapat diterapkan di Kabupaten Kampar, sehingga sampah dapat dikelola dengan baik dan terwujud Indonesia yang ASRI,” ujar Misharti.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA, mengatakan program PSEL didorong sebagai respons terhadap meningkatnya volume sampah yang belum tertangani secara optimal. Pemerintah daerah dinilai perlu mempelajari teknologi tersebut dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing daerah.

“Para kepala daerah kami harapkan dapat mempelajari dan menerapkan teknologi Waste to Energy di daerah masing-masing. Kita harus fokus pada implementasi dan bersama-sama mewujudkan kota yang ASRI,” kata Safrizal.

Menurutnya, pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan langkah konkret dari pemerintah daerah. Karena itu, penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi sekaligus membuka peluang baru dalam pengelolaan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....