Udara Pekanbaru Kabur, Bukan Kabut Asap Karhutla

  • 12 Agt 2026 16:22 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kondisi udara kabur yang melanda Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir, terutama pada pagi hari, tidak serta-merta menunjukkan adanya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fenomena tersebut lebih berkaitan dengan kondisi atmosfer dan akumulasi polutan di udara.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Warjono, menegaskan udara kabur yang terjadi saat ini berbeda dengan kabut asap akibat karhutla. Penurunan kualitas udara dapat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk akumulasi polutan dan pergerakan polusi dari wilayah lain.

Menurutnya, kondisi atmosfer tertentu juga dapat membuat polutan lebih sulit menyebar. Fenomena tersebut dikenal sebagai haze, yang menyebabkan udara terlihat kabur dan menurunkan jarak pandang.

Warjono mengatakan, kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir masih menunjukkan adanya indikasi potensi hujan di sejumlah wilayah. Jika kondisi tersebut terpenuhi, pihaknya akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya mendukung penanggulangan karhutla di Riau.

"Kalau ada potensi hujan, kita akan melakukan OMC untuk penanggulangan karhutla di Riau," ujar Warjono Rabu 12 Agustus 2026.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, juga menyebut kondisi udara kabur yang dirasakan masyarakat Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir merupakan haze, bukan kabut asap karhutla.

Ia menjelaskan, titik-titik kebakaran yang saat ini masih dalam penanganan berada cukup jauh dari pusat Kota Pekanbaru. Karena itu, kondisi udara kabur di Pekanbaru tidak dapat langsung dikaitkan dengan asap dari kebakaran yang terjadi di daerah tersebut.

"Ini haze, bukan kabut asap. Titik kebakaran saat ini terpantau jauh dari Kota Pekanbaru," kata Edy.

Meski demikian, kondisi udara tetap menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama di tengah masih ditemukannya sejumlah titik panas di Riau. Pemantauan kualitas udara dan penanganan karhutla terus dilakukan untuk mengantisipasi memburuknya kondisi lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....