MPQ Riau Perkuat Pembinaan Al-Qur’an untuk Lansia
- 11 Agt 2026 10:16 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Majelis Pecinta Qur’an (MPQ) Indonesia terus memperluas pembinaan keagamaan bagi masyarakat, khususnya kalangan lanjut usia. Organisasi tersebut kini menaungi sekitar 2.500 jamaah dan mengembangkan Pondok Lansia di kawasan Pandau sebagai pusat kegiatan keagamaan.
Ketua Pengurus MPQ Indonesia, Yentiriwaris mengatakan, pembinaan Al-Qur’an menjadi salah satu fokus utama sejak organisasi tersebut berdiri sekitar empat tahun lalu. Program itu diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an, termasuk para lansia.
Hal tersebut disampaikannya saat audiensi dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Ruang Rapat Wakil Gubernur Riau, Senin 10 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, MPQ juga menyampaikan keinginan agar kegiatan mengaji dapat kembali dilaksanakan di Aula Masjid Agung An-Nur Provinsi Riau.
"Kami memiliki sekitar 2.500 jamaah dan sejak awal berdiri terus berupaya memberantas buta aksara Al-Qur’an, khususnya bagi masyarakat lanjut usia. Kami ingin kegiatan mengaji ini terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat," ujar Yentiriwaris.
Menurutnya, keberadaan Pondok Lansia di Pandau menjadi salah satu bentuk keseriusan MPQ dalam memberikan ruang belajar bagi kelompok usia lanjut. Selain mengaji, para lansia juga mendapatkan pembinaan melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk tahfiz Al-Qur’an.
Yentiriwaris berharap dukungan fasilitas dapat membantu MPQ memperluas jangkauan pembinaan. Ia menyebut penggunaan Aula Masjid Agung An-Nur menjadi salah satu opsi yang diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan mengaji masyarakat.
"Kami berharap dapat kembali melaksanakan kegiatan mengaji di Aula Masjid Agung An-Nur. Kami siap mengikuti SOP dan ketentuan yang ditetapkan pengurus. Tujuan utama kami adalah menjalankan kegiatan keagamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto meminta MPQ dan pengurus Masjid Agung An-Nur membangun komunikasi untuk mencari solusi terbaik terkait pemanfaatan fasilitas. Ia menilai kegiatan pembelajaran Al-Qur’an merupakan aktivitas positif yang perlu mendapat ruang di tengah masyarakat.
"Ruangan dan aula yang ada di Masjid Agung An-Nur agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kalau ada persoalan dalam penggunaannya, mari kita selesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik," ujar SF Hariyanto.
Ia menjelaskan, penggunaan fasilitas pemerintah tetap harus mengikuti ketentuan dan prinsip efisiensi. Meski demikian, kebijakan tersebut diharapkan tidak mengurangi fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat.
SF Hariyanto juga mengingatkan agar kegiatan keagamaan di Masjid Agung An-Nur tetap dijaga dari kepentingan politik. Ia ingin masjid menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun kebersamaan.
Yentiriwaris menyambut baik arahan tersebut. MPQ menyatakan siap mengikuti aturan yang ditetapkan pengurus masjid dan berharap komunikasi yang telah terbangun dapat menghasilkan kesepahaman agar pembinaan Al-Qur’an dapat kembali berjalan secara tertib dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....