STIKes Tengku Maharatu Ajak Ibu PKK Cegah Stunting dengan Olahan Ikan

  • 02 Agt 2026 19:43 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Kampar - Upaya percepatan pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, tim dosen STIKes Tengku Maharatu telah melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai melalui Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026 dalam skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

Program bertajuk GIZI LESTARI, yang merupakan singkatan dari Gerakan Pemberdayaan Kelompok Wanita Berbasis Potensi Lokal melalui Diversifikasi Olahan Ikan untuk Pencegahan Stunting, telah dilaksanakan di Kantor Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Koto Tibun sebagai mitra utama program. Melalui kegiatan edukasi dan praktik langsung, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Peserta juga dibekali keterampilan mengolah ikan menjadi produk pangan bergizi yang memiliki nilai tambah.

Ketua tim pengabdian, Yadriati Maya Pesa, SST., M.Kes., menjelaskan bahwa Desa Koto Tibun memiliki potensi perikanan yang cukup besar, terutama ikan patin. Oleh karena itu, Program GIZI LESTARI dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal melalui edukasi gizi dan pelatihan diversifikasi produk olahan ikan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pencegahan stunting, pentingnya konsumsi protein hewani, serta penerapan pola makan bergizi seimbang dalam keluarga. Tim pengabdian juga memberikan pelatihan pengolahan ikan menjadi berbagai produk pangan yang mudah dibuat, aman dikonsumsi, dan disukai oleh seluruh anggota keluarga, seperti nugget dan bakso ikan.

Selain mempelajari proses pengolahan, peserta diperkenalkan pada prinsip higiene dan sanitasi pangan, teknik pengemasan sederhana, serta penggunaan peralatan pengolahan yang sesuai untuk skala rumah tangga. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghasilkan produk olahan ikan yang berkualitas dan bergizi serta berpotensi dikembangkan menjadi usaha keluarga.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi diskusi dan praktik. Para ibu PKK aktif mengajukan pertanyaan mengenai teknik pengolahan yang tepat, kandungan gizi ikan, hingga peluang pengembangan produk olahan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Salah seorang peserta, Fitri, menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu, terutama dalam menambah pengetahuan mengenai pengolahan ikan dan pemenuhan gizi keluarga,” ujarnya pada Minggu 2 Agustus 2026.

Yadriati juga menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemendiktisaintek, yang telah memberikan dukungan pendanaan bagi pelaksanaan program tersebut.

Melalui Program GIZI LESTARI, tim pengabdian berharap masyarakat semakin memahami bahwa diversifikasi olahan ikan tidak hanya dapat menjadi alternatif penyediaan menu sehat bagi keluarga, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan desa serta membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok PKK diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....