Pelajar Jepang Ikut Restorasi Tahura SSH, Tanam Pohon Dukung Konservasi Hutan Riau
- 31 Jul 2026 10:56 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sebanyak 25 pelajar, mahasiswa, dan guru dari Jepang ambil bagian dalam aksi penanaman pohon di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Kabupaten Siak, Kamis 30 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 sekaligus memperkuat kerja sama internasional dalam upaya pelestarian hutan dan mitigasi perubahan iklim.
Peserta berasal dari University of Tsukuba Senior High School at Sakado, Ehime University Senior High School, dan University of Tsukuba. Mereka menanam berbagai jenis pohon endemik, seperti balangeran, kulim, dan tampui yang dinilai memiliki peran penting dalam memulihkan kawasan hutan sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Belantara Foundation, Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura, dan Kelompok Tani Hutan Sultan Syarif Hasyim. Penanaman dilakukan pada kawasan yang mengalami degradasi sebagai bagian dari upaya restorasi hutan dan mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca.
Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, mengatakan keterlibatan generasi muda dari luar negeri menjadi langkah penting dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
"Pelibatan pelajar dan mahasiswa dari Jepang dalam kegiatan penanaman pohon merupakan investasi bagi masa depan. Belantara Foundation berharap mereka menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam pelestarian alam dan lingkungan serta mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca Indonesia melalui restorasi hutan," ujar Dolly.
Menurutnya, kegiatan yang mengusung tema "Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia" itu juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menjaga kelestarian sumber daya alam.
Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan, menjelaskan Tahura Sultan Syarif Hasyim memiliki luas lebih dari 6.000 hektare dan berfungsi sebagai kawasan konservasi, pendidikan, serta penelitian. Namun, sebagian kawasan mengalami kerusakan akibat aktivitas perambahan dan pembalakan liar sehingga membutuhkan upaya pemulihan secara berkelanjutan.
"Kami sangat mengapresiasi upaya Belantara Foundation dan para pemangku kepentingan lainnya yang telah mendorong pelajar dan mahasiswa dari Jepang untuk terlibat aktif dalam gerakan menanam pohon di kawasan Tahura SSH yang telah terdegradasi. Keterlibatan generasi muda dari berbagai negara memperkuat fungsi Tahura SSH sebagai laboratorium alam yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan konservasi biodiversitas," kata Sri.
Sementara itu, Head Teacher of International Studies Senior High School at Sakado, University of Tsukuba, Yoshikazu Tatemoto, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman nyata kepada para peserta mengenai pentingnya menjaga hutan tropis. Menurutnya, keterlibatan langsung di lapangan dapat menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus mempererat kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Melalui partisipasi aktif dalam penanaman pohon, mereka tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sejak dini serta dapat berkontribusi dalam mencegah dampak perubahan iklim yang saat ini menjadi perhatian dunia," ujar Tatemoto.
Usai mengikuti kegiatan di Riau, para pelajar dan mahasiswa Jepang dijadwalkan melanjutkan program edukasi lingkungan melalui Belantara Biodiversity Class di Kebun Raya Bogor pada 1 Agustus 2026. Kegiatan tersebut difokuskan pada pelatihan pendataan dan identifikasi keanekaragaman hayati sebagai bagian dari penguatan wawasan konservasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....