Ekspedisi Merah Putih Presisi: Satgaswil Riau - Kemenag Inhil Sinergi Cegah IRET

  • 30 Jul 2026 16:01 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Indragiri Hilir – Program Ekspedisi Merah Putih Presisi menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET), dan Nihilistic Violent Extremism (NVE) di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kegiatan yang digelar Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis 30 Juli 2026, berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, Tembilahan.

Koordinasi tersebut dihadiri IPTU Umar Dhani bersama personel Satgaswil Riau. Dari pihak Kemenag hadir Kepala Kemenag Inhil Harun didampingi Wakil Kepala Kemenag Zainal Abidin dan Kasi Binmas Agama Islam Hairudin.

Dalam pertemuan itu, Satgaswil Riau menegaskan bahwa pencegahan penyebaran paham IRET dan NVE tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan sinergi berkelanjutan dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan tokoh agama.

Satgaswil Riau menilai edukasi yang dilakukan secara konsisten merupakan langkah strategis untuk membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami berharap materi mengenai bahaya paham IRET dan NVE dapat menjadi bagian dari berbagai program pembinaan yang dilaksanakan Kementerian Agama. Dengan demikian, pesan-pesan kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar perwakilan Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri.

Menurut Satgaswil, Kementerian Agama memiliki peran strategis karena membina satuan pendidikan keagamaan serta memiliki jaringan penyuluh agama yang menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir Harun menyambut baik pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi sebagai upaya bersama memperkuat ketahanan masyarakat terhadap pengaruh paham ekstrem.

“Program Moderasi Beragama menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta memperkuat komitmen kebangsaan. Kami siap mendukung upaya pencegahan IRET dan NVE melalui penyuluh agama, madrasah, pondok pesantren, serta seluruh jaringan binaan Kementerian Agama,” kata Harun.

Harun menjelaskan, Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir saat ini membina 449 madrasah dengan sekitar 40.000 peserta didik, serta 65 pondok pesantren dengan sekitar 15.000 santri dan santriwati. Potensi tersebut dinilai menjadi kekuatan besar dalam menyebarluaskan nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, dan cinta tanah air.

Melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, Satgaswil Riau berharap kolaborasi yang telah terbangun bersama Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir dapat terus berlanjut melalui program edukasi, sosialisasi, dan pembinaan masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap pengaruh paham IRET dan NVE serta mendukung terciptanya lingkungan yang aman, damai, harmonis, dan kondusif di Kabupaten Indragiri Hilir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....