Kesbangpol Riau Kejar Target 50 Ribu Responden Survei Indeks Harmoni Indonesia

  • 10 Jul 2026 11:24 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau terus memantau pelaksanaan survei Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2026 di seluruh kabupaten dan kota. Monitoring dilakukan untuk memastikan partisipasi masyarakat terus meningkat sebelum masa pengisian survei berakhir pada 17 Juli 2026.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau, Boby Rachmat, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga saat ini, sebanyak 12 kabupaten dan kota di Riau telah melampaui target minimal 700 responden yang ditetapkan dalam survei tersebut.

"Alhamdulillah, hari ini kami sudah melakukan monitoring terkait pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2026 ke seluruh kabupaten/kota di Riau. Hasilnya, 12 kabupaten/kota sudah melebihi target 700 responden," kata Boby Rachmat di Riau Command Center, Pekanbaru, Kamis 9 Juli 2026.

Menurutnya, jumlah partisipasi masyarakat masih terus bertambah. Berdasarkan data per 8 Juli 2026, sebanyak 48.654 responden telah mengisi survei. Kesbangpol Riau pun optimistis target 50 ribu responden dapat tercapai sebelum penutupan survei.

"Pengukuran masih terus berjalan hingga 17 Juli, tetapi hingga hari ini totalnya sudah mencapai 48.654 responden. Saya mengapresiasi kawan-kawan di daerah yang telah berkoordinasi dengan baik, serta masyarakat yang telah berpartisipasi mengisi survei IHaI 2026," ujarnya.

Boby menjelaskan, Indeks Harmoni Indonesia merupakan instrumen untuk mengukur tingkat kerukunan masyarakat di berbagai daerah. Data yang terkumpul akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan di bidang sosial, keberagaman, ekonomi, dan budaya sesuai kondisi riil di lapangan.

"Indeks Harmoni Indonesia bertujuan memetakan dan mengevaluasi tingkat kerukunan masyarakat. Instrumen ini sangat penting sebagai landasan pemerintah dalam merumuskan kebijakan terkait keberagaman, sosial, ekonomi, dan budaya guna mewujudkan kehidupan berbangsa yang damai," ungkapnya.

Ia menambahkan, pemantauan akan terus dilakukan hingga batas akhir pengisian survei. Selain menjadi indikator kondisi sosial masyarakat, hasil IHaI juga dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung iklim investasi karena mampu menggambarkan stabilitas dan keharmonisan suatu daerah.

"Kami akan terus melakukan monitoring hingga 17 Juli agar partisipasi responden semakin merata. Kami berharap Riau bisa mencapai 50 ribu responden. Selain itu, hasil IHaI juga dapat menjadi salah satu sumber data yang menggambarkan kondisi daerah sebagai dasar pertimbangan investasi," kata Boby.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....