APRIL Group Tetapkan Periode Bahaya Kebakaran hingga 30 September 2026
- 08 Jul 2026 16:11 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pelalawan - APRIL Group menetapkan Periode Bahaya Kebakaran (Fire Danger Period) di seluruh area konsesinya di Provinsi Riau berlaku hingga 30 September 2026. Penetapan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selama Periode Bahaya Kebakaran, APRIL meningkatkan kesiapsiagaan melalui intensifikasi patroli darat dan udara untuk memantau potensi titik panas maupun kejadian kebakaran. Perusahaan juga terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional sebagai bagian dari upaya bersama dalam mengurangi risiko karhutla.
Penetapan Periode Bahaya Kebakaran merupakan agenda tahunan APRIL untuk memastikan tim penanggulangan kebakaran berada dalam kondisi siaga penuh dalam memantau dan merespons potensi kebakaran, baik di dalam maupun di sekitar area konsesi. Sebagai bagian dari komitmennya, APRIL juga memberikan dukungan pemadaman terhadap setiap kejadian kebakaran yang terjadi dalam radius hingga tiga kilometer dari batas area konsesi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan terpadu perusahaan dalam pengelolaan kebakaran hutan, sekaligus mencerminkan komitmen APRIL untuk terus bekerja sama dengan pemerintah, pemegang konsesi lainnya, dan masyarakat dalam meminimalkan risiko kebakaran selama musim kemarau.
Pencegahan tetap menjadi pilar utama strategi pengelolaan kebakaran APRIL. Sejak 2014, perusahaan secara konsisten menjalankan Fire Free Village Program (FFVP) bersama masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong praktik pengelolaan hutan yang bertanggung jawab. Saat ini, program tersebut telah menjangkau 44 desa dengan luas wilayah mencapai 902.872 hektare. Sejak diluncurkan, kejadian kebakaran di desa-desa peserta FFVP tercatat menurun lebih dari 90 persen.
"Inti dari pengelolaan kebakaran hutan adalah pencegahan. Pencegahan yang efektif memerlukan komitmen bersama untuk melindungi masyarakat, mata pencaharian, dan lingkungan. APRIL akan terus bekerja bersama masyarakat, instansi pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat upaya pencegahan dan menjaga kelestarian bentang alam," ujar Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), unit operasional APRIL Group. Sihol Aritonang, Rabu 8 Juli 2026.
Sejak 1993, APRIL secara konsisten menerapkan kebijakan No Burn (Tanpa Pembakaran) dan mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia terkait pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Untuk mendukung kesiapsiagaan, perusahaan terus berinvestasi dalam teknologi deteksi dini dan pemadaman kebakaran, termasuk melalui pemanfaatan citra satelit dan jaringan menara CCTV yang tersebar di sekitar areal hutan tanaman. Saat ini, APRIL didukung oleh satu helikopter, dua airboat, 345 personel pemadam kebakaran profesional, 26 unit CCTV, 177 pompa air, 1.209 gulung selang pemadam, serta 735 relawan yang telah mendapatkan pelatihan dan tersebar di 49 desa di Provinsi Riau.
Masyarakat yang menemukan titik panas atau kejadian kebakaran di sekitar area konsesi APRIL dapat segera melaporkannya melalui Fire Hotline yang beroperasi 24 jam di nomor +62 811 707 2121.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....