Inflasi Kampar Tertinggi di Riau, Dipicu Harga dan Keterbatasan Pasokan Cabai
- 02 Jul 2026 07:44 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Inflasi di Kabupaten Kampar tercatat 4.90% menjadikannya yang tertinggi di antara empat wilayah pemantauan inflasi di Provinsi Riau itu Pekanbaru, Dumai, dan Tembilahan.
Widi, Selaku perwakilan dari Kanwil DJPB Prov Riaumenjelaskan bahwa struktur ekonomi Kampar yang didominasi sektor pertanian dan perkebunan tanaman pangan, termasuk cabai, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi volatilitas harga. Menurutnya, komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang kerap menjadi penyumbang utama inflasi di wilayah tersebut.
“Di empat sebaran kota inflasi tadi, yang paling tinggi itu sekarang Kampar. Di sekelilingnya banyak petani dan perkebunan tanaman pangan seperti cabai dan lain sebagainya,” ujar Widi pada Rabu 1 Juli 2026.
Widi mempertanyakan apakah kenaikan harga tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan lokal atau faktor lain seperti biaya distribusi dan transportasi yang meningkat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa produksi komoditas di sekitar Kampar belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi secara menyeluruh, baik untuk wilayah Kampar sendiri maupun daerah lain di Provinsi Riau.
“Kalau kita lihat komoditas yang ditanam di sekitar Kampar, itu belum bisa menutupi kebutuhan secara menyeluruh, baik di Kampar maupun kota-kota lain se-Provinsi Riau,” kata Asep.
Ia menambahkan bahwa salah satu penyebab utama inflasi di Kampar adalah tingginya ketergantungan konsumsi cabai terhadap pasokan dari luar daerah, yang dalam kondisi tertentu menjadi tidak stabil.
Asep juga menyoroti bahwa fluktuasi harga cabai merah menjadi faktor dominan yang memengaruhi inflasi di wilayah tersebut, terutama ketika pasokan dari daerah pemasok utama terganggu atau tidak mencukupi kebutuhan pasar.
Dengan kondisi tersebut, dinamika inflasi di Kampar dinilai masih sangat dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara produksi lokal dan tingkat konsumsi, khususnya pada komoditas pangan strategis seperti cabai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....