Strategi Densus 88 Riau: Deteksi Dini dan Rehabilitasi Anak Terpapar Radikalisme
- 24 Jun 2026 14:56 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Satgas Wilayah (Satgaswil) Riau Densus 88 Antiteror Polri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan anak yang diduga terpapar paham radikal di wilayah Riau. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada rehabilitasi dan pembinaan berkelanjutan.
Personel Satgas Wilayah (Satgaswil) Riau Densus 88 Antiteror Polri, Briptu Momon, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam upaya pencegahan dan penanganan anak yang terindikasi terpapar paham radikal di wilayah Riau.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga melibatkan proses identifikasi awal, asesmen, hingga rehabilitasi bersama stakeholder terkait seperti dinas perlindungan anak, dinas sosial, serta lembaga pendukung lainnya.
“Awalnya kami melakukan identifikasi dan profiling terhadap anak, sejauh mana pemahaman mereka terhadap ideologi yang mengarah pada radikalisme,” ujarnya pada Selasa 23 Juni 2026.
Briptu Momon menyebut, setelah proses identifikasi, penanganan dilanjutkan dengan koordinasi lintas lembaga sesuai prosedur operasi, termasuk pendampingan rehabilitasi di fasilitas yang telah ditunjuk bersama pemerintah daerah.
Ia menambahkan bahwa proses rehabilitasi juga melibatkan edukasi kebangsaan serta pendampingan keagamaan dengan melibatkan tenaga ahli, termasuk ustaz, guna memperkuat pemahaman yang moderat dan seimbang bagi anak.
Selain menyasar anak, pendekatan juga dilakukan kepada orang tua melalui edukasi pengawasan di lingkungan keluarga, terutama terkait penggunaan media sosial dan aktivitas digital anak yang dinilai menjadi salah satu pintu masuk paparan ideologi ekstrem.
“Peran orang tua sangat penting dalam pengawasan. Kami juga melakukan wawancara dan edukasi agar mereka memahami risiko penyimpangan di dunia digital,” jelasnya.
Ke depan, Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri bersama instansi terkait berencana memperluas kegiatan sosialisasi ke sekolah, masyarakat, hingga perangkat desa seperti kecamatan dan kelurahan untuk memperkuat pencegahan sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....