Kemenkum Riau Dorong Penguatan Inovasi Unggulan menuju Predikat WBBM

  • 23 Jun 2026 09:07 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Riau, Rudy Hendra Pakpahan, memimpin langsung Rapat Evaluasi dan Penguatan Inovasi dalam rangka persiapan menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah, Senin 22 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kanwil Kemenkum Riau dalam memperkuat kualitas pelayanan publik melalui pengembangan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

Dalam arahannya, Rudy Hendra Pakpahan menegaskan bahwa seluruh inovasi yang telah direncanakan harus dapat diselesaikan dan dipersiapkan secara optimal sebelum bulan Juli.

"Menurut saya, inovasi yang diusulkan dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBBM tidak hanya harus memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu menunjukkan keberlanjutan, manfaat, dan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan publik," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H) menyampaikan hasil evaluasi serta berbagai masukan yang diperoleh dari Kementerian PAN-RB. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, inovasi PASIH Perda dinilai sebagai salah satu inovasi yang memiliki potensi kuat untuk didorong dalam pembangunan WBBM. Namun demikian, diperlukan penyempurnaan dari sisi konsistensi data dan validitas angka agar semakin memperkuat kualitas substansi inovasi tersebut.

Rapat juga membahas apresiasi yang diberikan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) terhadap salah satu aplikasi yang dikembangkan Kanwil Kemenkum Riau. Bahkan, BPHN telah menyampaikan keinginan untuk mengadopsi aplikasi tersebut secara nasional dan mengintegrasikannya dengan aplikasi Analisis dan Evaluasi (Anev) yang dimiliki BPHN. Hal ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari Kanwil Kemenkum Riau mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan layanan hukum di tingkat nasional.

Selain itu, inovasi Podcast Bertuah mendapat perhatian khusus karena merupakan inovasi yang berhasil berlanjut dari pembangunan Zona Integritas menuju WBK hingga tahap WBBM. Keberlanjutan inovasi ini dinilai menjadi nilai tambah yang signifikan dalam penilaian WBBM. Ke depan, Podcast Bertuah diharapkan memiliki diferensiasi yang semakin jelas dengan program serupa, serta terus dikembangkan sebagai media edukasi dan diseminasi informasi hukum kepada masyarakat. Bahkan, terdapat wacana penguatan program tersebut melalui kerja sama dengan Antara News tanpa mengurangi kemandirian pengelolaannya oleh Kanwil Kemenkum Riau.

Sementara itu, inovasi SIBAPAK dinilai memiliki potensi besar melalui penguatan kerja sama lintas sektoral, meskipun masih memerlukan penyempurnaan dari sisi pengembangan sistem. Di sisi lain, inovasi Lentera Hukum dipandang memiliki nilai positif, namun perlu dilakukan penyesuaian agar tidak terjadi tumpang tindih dengan Podcast Bertuah. Adapun inovasi SIPIBU menjadi perhatian khusus karena masih memerlukan kajian lebih mendalam terkait kesiapan dan keberlanjutannya sebelum diusulkan dalam penilaian WBBM.

Sebagai hasil rapat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau menetapkan tiga inovasi prioritas yang akan difokuskan dalam pembangunan WBBM, yaitu Magangkum, Podcast Bertuah, dan PASIH Perda. Melalui penguatan inovasi-inovasi tersebut,.

"Kita, jajaran Kanwil Kemenkum Riau optimistis dapat menghadirkan layanan yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen reformasi birokrasi menuju predikat WBBM," tegas Rudy Hendra Pakpahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....