Plt Gubri Titip Empat Misi Pembangunan kepada 4.037 Mahasiswa Kukerta Unri
- 18 Jun 2026 14:30 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sebanyak 4.037 mahasiswa Universitas Riau (Unri) yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Reguler Gelombang II Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyosialisasikan berbagai program strategis daerah.
Harapan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat melepas ribuan mahasiswa Kukerta yang akan ditempatkan di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Dalam kesempatan itu, ia menitipkan empat program prioritas yang perlu disampaikan kepada masyarakat selama masa pengabdian berlangsung.
Program pertama yang menjadi perhatian adalah layanan kesehatan. SF Hariyanto meminta mahasiswa membantu mengedukasi masyarakat terkait kemudahan akses layanan kesehatan setelah Provinsi Riau berhasil mencapai status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.
"Sampaikan kepada masyarakat bahwa mereka tidak perlu takut berobat karena persoalan biaya. Bagi yang sudah terdaftar BPJS Kesehatan cukup menggunakan KTP, sementara yang belum terdaftar akan dibantu proses aktivasinya," ujar SF Hariyanto, Kamis 18 Juni 2026.
Selain kesehatan, mahasiswa juga diminta menyosialisasikan pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja rentan. Pemerintah Provinsi Riau pada tahun ini menargetkan sebanyak 11.666 pekerja informal, khususnya di sektor perkebunan, memperoleh perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya, perlindungan tersebut sangat penting untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga ketika pekerja mengalami risiko kecelakaan kerja maupun musibah lainnya.
Pada kesempatan yang sama, SF Hariyanto juga mengingatkan mahasiswa mengenai ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi meningkat seiring prediksi musim kemarau lebih panjang dan kering pada tahun ini. Berdasarkan informasi BMKG, fenomena El Nino berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah, termasuk Riau.
Karena itu, mahasiswa Kukerta diharapkan menjadi agen edukasi di tengah masyarakat untuk mencegah terjadinya Karhutla.
"Saya berharap para peserta Kukerta Unri dapat ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan di daerah penugasan masing-masing. Sampaikan kepada masyarakat bahwa membuka lahan dengan cara membakar bukan lagi pilihan yang bijak," ungkapnya.
Selain tiga program tersebut, mahasiswa juga diminta mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang tengah dilaksanakan pemerintah. Mereka diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memberikan data yang benar dan akurat kepada petugas sensus.
SF Hariyanto menilai keberadaan ribuan mahasiswa di tengah masyarakat merupakan kekuatan besar yang dapat membantu mempercepat pembangunan daerah. Oleh karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar manfaat program pembangunan dapat dirasakan hingga ke pelosok desa.
"Kehadiran lebih dari empat ribu mahasiswa di berbagai kabupaten dan kota merupakan energi besar bagi pembangunan daerah. Saya berharap adik-adik bisa menerapkan ilmu sesuai bidang keilmuan masing-masing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....