DLHK Pekanbaru Akan Beri Hadiah Bagi LPS Terbaik
- 17 Jun 2026 17:36 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru telah menyelesaikan rangkaian penilaian lapangan terhadap 30 Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di tingkat kelurahan. Kegiatan evaluasi yang berlangsung pada 8–18 Juni 2026 ini menjadi bagian dari upaya penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Pekanbaru.
Penilaian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari DLHK, Tim Penggerak PKK, dan Dharma Wanita Persatuan Kota Pekanbaru. Saat ini, tim tengah melakukan rekapitulasi akhir untuk menentukan hasil penilaian yang akan diumumkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat kompetisi, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
“Melalui penilaian LPS ini, kami ingin memperkuat pemahaman bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Target utamanya adalah mengurangi volume sampah yang langsung masuk ke TPA Muara Fajar,” ujarnya pada Rabu 17 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa lembaga dengan nilai terbaik adalah yang mampu mengedukasi masyarakat dalam melakukan pemilahan serta pengolahan sampah secara mandiri, sehingga sampah tidak seluruhnya menjadi beban akhir di tempat pembuangan.
Dari total 83 LPS yang ada di Pekanbaru, sebanyak 30 LPS menjadi objek penilaian dan dikelompokkan berdasarkan cakupan layanan. Kategori tersebut meliputi skala kecil dengan layanan di bawah 1.000 penduduk, skala sedang antara 1.000–3.000 penduduk, dan skala besar di atas 3.000 penduduk.
| Baca juga: Pemprov Riau Gelar Sayembara Logo HUT ke-69 |
Selain LPS kelurahan, DLHK juga memperluas penilaian terhadap sektor usaha swasta serta sekolah Adiwiyata sebagai bagian dari penguatan gerakan peduli lingkungan di Kota Bertuah.
Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, dijadwalkan memberikan apresiasi kepada para pemenang. Penghargaan tersebut mencakup bantuan operasional seperti becak motor (bentor) untuk LPS terbaik serta paket umrah sebagai hadiah utama, sementara sektor usaha dan sekolah akan menerima dana pembinaan.
DLHK juga menyoroti munculnya inovasi pengelolaan sampah organik di sejumlah LPS yang telah mampu mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam mendukung penerapan ekonomi sirkular di tingkat lokal.
“Model pengolahan seperti ini sangat kami apresiasi karena mampu mengubah sampah menjadi nilai tambah ekonomi. Ini yang ingin terus kami dorong agar bisa diterapkan di seluruh kelurahan,” tambah Reza.
Dengan capaian ini, DLHK Pekanbaru berharap sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat semakin kuat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung visi kota yang lebih bersih dan bebas sampah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....