Wayang Kulit Semarakkan 1 Muharram dan HUT Pekanbaru
- 16 Jun 2026 15:08 WIB
- Pekanbaru
RRI. CO. ID, Pekanbaru – Keluarga Besar Perkumpulan Sanggar Seni Kridho Laras Budaya menggelar pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dan menyemarakkan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru, Senin malam 16 Juni2026. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi acara.
Pagelaran budaya tersebut turut dihadiri Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, beserta sejumlah tokoh masyarakat dan para pecinta seni budaya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya pelestarian budaya tradisional sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya di Kota Pekanbaru.
Ketua Sanggar Seni Kridho Laras Budaya, Salam Yudi Susanto, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang kulit sangat tinggi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat dan perlu terus dijaga keberlangsungannya.
“Alhamdulillah, antusias masyarakat terhadap hiburan seni budaya ini sangat tinggi. Kami berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat terus memberikan perhatian dan dukungan kepada para penggiat seni agar budaya tradisional tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” ujar Yudi.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Bibit Gunarto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Jawa kepada masyarakat luas. Ia menyebutkan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pagi hingga malam hari dengan menghadirkan dua dalang yang tampil secara bergantian.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Jawa kepada masyarakat. Rangkaian acaranya berlangsung sejak pagi hingga malam hari dan kami menghadirkan dua dalang yang tampil secara bergantian untuk menghibur masyarakat,” katanya.
Dalam sambutannya, Agung Nugroho menyampaikan bahwa wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan. Menurutnya, kesenian tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengandung pesan moral yang dapat menjadi pedoman bagi masyarakat.
“Wayang kulit adalah tontonan sekaligus tuntunan yang penuh makna. Kesenian ini bukan hanya milik masyarakat Jawa, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang bisa dinikmati oleh seluruh suku yang ada di Pekanbaru,” ujar Agung.
Ia berharap peringatan Tahun Baru Islam dan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru dapat menjadi momentum untuk membangun semangat baru dalam mendukung kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan di tahun yang baru ini masyarakat Pekanbaru semakin sejahtera dan pembangunan kota terus berkembang menjadi lebih maju,” katanya.
Agung juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru untuk terus mendukung pelestarian seni dan budaya daerah. Menurutnya, pemerintah akan berupaya menyediakan ruang dan wadah bagi para pelaku seni agar kebudayaan tradisional tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Kegiatan wayang kulit seperti ini harus terus dilestarikan. Pemerintah Kota Pekanbaru siap mendukung dan membantu menyediakan wadah bagi para pelaku seni untuk menjaga kelestarian budaya yang kita miliki,” ucapnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni budaya, pada kesempatan tersebut Agung Nugroho juga menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp10 juta kepada Sanggar Seni Kridho Laras Budaya. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan seni budaya dan semakin memperkuat eksistensi kesenian tradisional di Kota Pekanbaru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....