Ketua Pertuni Riau Nostalgia Suara Emas Penyiar Legendaris RRI di Piala Dunia
- 12 Jun 2026 16:41 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kehadiran acara "Dengar Bareng Pesta Bola Dunia 2026" yang digelar RRI Pekanbaru tidak hanya menghadirkan keseruan bagi para anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Provinsi Riau. Bagi Ketua DPD Pertuni Riau, Zulfikar, momen ini juga menjadi ajang nostalgia yang membangkitkan memorinya tentang masa kejayaan para penyiar legendaris RRI saat melaporkan Piala Dunia terdahulu.
Zulfikar mengaku sangat bahagia dan bangga dengan adanya kegiatan dengar bareng ini. Saat ditanya mengenai momen Piala Dunia paling berkesan yang pernah ia simak lewat radio, ingatannya langsung tertuju pada gelaran Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.
"Waktu itu tahun 2002, waktu Piala Dunia di Korea Selatan dan Jepang. Waktu itu yang masuk ke semifinal salah satunya Korsel. Itu yang reporternya Lela Huzilah waktu itu," uajr Zulfikar pada Jumat 12 Juni 2026.
Bagi masyarakat disabilitas netra, suara penyiar adalah "mata" mereka di lapangan hijau. Zulfikar pun dengan fasih menyebutkan nama-nama jurnalis udara legendaris RRI yang laporan pandangan matanya selalu ia tunggu-tunggu di masa lalu.
"Kalau RRI, saya dari dulu sudah banyak tahu seperti Ajat Sudrajat, Firman Syahindo, Pujo Hastowo, dan Yanto Prawironegoro. Kalau yang perempuannya, Lola Huzilah juga saya tahu. Itu penyiar-penyiar yang lama," ungkapnya.
Zulfikar menceritakan bagaimana karakter para penyiar tersebut begitu membekas di hatinya. Sosok Lola Huzilah, misalnya, sangat menarik perhatian karena menjadi salah satu reporter perempuan yang berani mendobrak dominasi laki-laki dalam siaran langsung sepak bola saat itu.
"Karena dia berani, jadi agak tertarik. Walaupun ketika penyampaian laporan pandangan mata itu kadang-kadang suara Lela Huzilah sendiri hilang karena tertutup suara penonton dan suporter," ceritanya sambil tersenyum.
Sementara untuk penyiar pria seperti Ajat Sudrajat dan Firman Syahindo, Zulfikar memuji kelancaran dan kefasihan mereka dalam membawakan jalannya pertandingan.
"Mereka itu sudah lancar dalam penyebutan, sudah hafal lah gitu yang harus dibacakan dalam laporan pandangan mata. Jadi ya asyik dengarnya," tutur Zulfikar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....