Program RATAKAN Jangkau 38 Ribu Pelajar, Perkuat Ketahanan Ideologi di Riau
- 12 Jun 2026 11:55 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Satgaswil Riau Densus 88 Anti Teror (AT) Polri terus mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan). Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda sebagai benteng menghadapi berbagai ancaman ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Sejak dilaksanakan di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak, Program RATAKAN telah menjangkau 83 sekolah dengan total peserta mencapai 38.046 siswa, 1.972 guru, 135 guru Bimbingan Konseling (BK), dan 66 kepala sekolah.

Kasatgaswil Riau Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Sunadi, mengatakan perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Menurutnya, ruang digital saat ini kerap dimanfaatkan kelompok intoleran dan ekstremis untuk menyebarkan propaganda, ujaran kebencian, serta narasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Karena itu, kata Sunadi, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui penguatan karakter, literasi digital, serta pemahaman yang baik tentang nilai-nilai kebangsaan.
“Kalau tubuh membutuhkan vaksin untuk mencegah penyakit, maka generasi muda juga membutuhkan vaksinasi ideologi agar memiliki daya tahan terhadap berbagai pengaruh yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui Program RATAKAN, kami berupaya membangun imunitas kebangsaan para pelajar agar tidak mudah terpapar narasi kebencian, intoleransi, radikalisme, maupun ekstremisme,” ujar Kombes Pol Sunadi, Jumat 12 Juni 2026.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan dalam program tersebut tidak hanya berfokus pada bahaya IRET, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, wawasan kebangsaan, moderasi beragama, serta penguatan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Selain menyasar para pelajar, Program RATAKAN juga melibatkan guru, guru BK, dan kepala sekolah sebagai mitra strategis dalam membangun sistem deteksi dini di lingkungan pendidikan. Menurut Sunadi, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjadi garda terdepan dalam mencegah masuknya paham yang bertentangan dengan ideologi negara.

“Pencegahan adalah investasi jangka panjang. Ketika pelajar memiliki pemahaman yang baik tentang toleransi, kebangsaan, dan nilai-nilai Pancasila, maka mereka akan menjadi agen perdamaian yang mampu menjaga persatuan bangsa di masa depan,” katanya.
| Baca juga: KONI dan Dispora Riau Benahi Stadion Utama |
Program RATAKAN juga menjadi bagian dari upaya membangun Lingkungan Pancasila, yakni lingkungan sosial yang menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, persatuan, penghormatan terhadap keberagaman, serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan atas nama ideologi maupun agama.
Melalui kolaborasi antara Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri, Pemerintah Provinsi Riau, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen bangsa, diharapkan lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, toleran, serta memiliki ketahanan terhadap berbagai ancaman ideologi yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
Capaian Program RATAKAN:
1. 83 sekolah
2. 38.046 siswa
3. 1.972 guru
4. 135 guru BK
5. 66 kepala sekolah
Program ini menjadi wujud nyata komitmen Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....