BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Daerah Riau

  • 10 Jun 2026 09:53 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi masyarakat di Provinsi Riau pada Rabu 10 Juni 2026. Sejumlah wilayah diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Yasir P, mengatakan kondisi cuaca pada pagi hari umumnya masih cerah hingga cerah berawan. Namun, pembentukan awan diperkirakan meningkat pada siang hingga sore hari.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah Riau," ujar Yasir, Rabu 10 Juni 2026.

Menurutnya, wilayah yang berpotensi terdampak cuaca tersebut antara lain Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Siak, Pelalawan, serta Kota Pekanbaru.

Selain itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga diperkirakan terjadi di Kabupaten Kampar, Kepulauan Meranti, dan beberapa daerah lainnya di Riau.

"Pada pagi hari cuaca cenderung cerah hingga cerah berawan. Siang hari berawan, kemudian pada sore hingga malam hari berpotensi terjadi hujan di sejumlah wilayah," ungkapnya.

BMKG mencatat suhu udara di Riau hari ini berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Sementara arah angin bertiup dari tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 sampai 35 kilometer per jam.

Untuk aktivitas pelayaran dan masyarakat yang beraktivitas di perairan, kondisi gelombang laut masih tergolong aman.

"Tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah," kata Yasir.

Di sisi lain, BMKG juga memantau keberadaan titik panas di Pulau Sumatra. Hingga pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 61 hotspot yang tersebar di sembilan provinsi.

Khusus di Riau, terdeteksi lima titik panas yang tersebar di Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hulu.

"Kami terus memantau perkembangan titik panas di wilayah Riau sebagai bagian dari upaya deteksi dini potensi kebakaran hutan dan lahan," ujar Yasir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....