Dinas PUPR Pekanbaru Dituntut Fokus pada Aksi Nyata Penanganan Banjir
- 10 Jun 2026 10:09 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah kota menuntut adanya perubahan pola kerja operasional, khususnya dalam penanggulangan masalah genangan air dan kerusakan saluran drainase yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat setempat.
Sorotan tajam diarahkan pada efektivitas kerja tim teknis yang selama ini dinilai terlalu banyak menghabiskan waktu pada tataran wacana dan perencanaan di dalam kantor. Pola kerja tersebut kini harus diubah total dengan mengedepankan kehadiran fisik petugas di titik-titik rawan bencana perkotaan.
Langkah tegas ini diambil menyusul masih tingginya frekuensi luapan air di sejumlah ruas jalan utama saat curah hujan tinggi. Pemerintah daerah menginginkan adanya percepatan normalisasi fungsi sungai dan perbaikan saluran pembuangan yang menjadi hulu utama tersumbatnya aliran air.
"Saya minta kurangi rapat-rapat yang kurang perlu, perbanyak aksi di lapangan. Kasihan masyarakat yang terdampak," ujar Agung Nugroho pada Selasa 9 Juni 2026
Melalui instruksi baru ini, Tim Sumber Daya Air (SDA) di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diwajibkan menyusun jadwal piket berkala yang lebih responsif. Petugas teknis harus bersiap siaga melakukan pembersihan sedimen lumpur dan sampah tanpa harus menunggu laporan warga menumpuk.
Selain itu, alokasi anggaran operasional dan pemeliharaan alat berat kini diprioritaskan untuk mendukung pergerakan tim di lapangan secara mandiri. Langkah ini diharapkan mampu memangkas rantai birokrasi yang lambat, sehingga kerusakan fasilitas publik berskala kecil dapat langsung ditangani dalam hitungan jam.
Perubahan strategi operasional ini diharapkan menjadi tolok ukur baru bagi profesionalisme aparatur dinas terkait. Fokus pada aksi nyata di lapangan menjadi kunci utama dalam memulihkan kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam membenahi tata ruang kota yang bebas banjir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....