Dinsos Pekanbaru Intensif Tertibkan Gepeng di Jalanan

  • 08 Jun 2026 14:44 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di sejumlah titik di Kota Pekanbaru kembali menjadi perhatian masyarakat. Fenomena tersebut dinilai semakin mengganggu ketertiban umum karena kerap ditemui di persimpangan jalan hingga kawasan rumah ibadah, terutama pada hari-hari tertentu.

Keluhan itu disampaikan Dorit, warga Pekanbaru, melalui program Halo RRI. Ia mengaku hampir setiap hari Jumat melihat banyak pengemis dan gelandangan berkeliaran di sepanjang Jalan Pattimura serta di sekitar kawasan Masjid Raya Annur.

“Setiap hari Jumat banyak pengemis yang berkumpul di Jalan Pattimura dan sekitar Masjid Raya Annur. Jumlahnya cukup banyak dan hampir selalu terlihat di lokasi yang sama,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Junaedy, mengatakan pihaknya terus melakukan patroli dan penertiban melalui Satuan Tugas Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PPKS). Namun, para pengemis dan gelandangan kerap kembali ke jalan setelah dilakukan pembinaan.

“Kami patroli terus setiap hari. Kalau ada mobil patroli kami, mereka biasanya menghilang. Jadi seperti kucing-kucingan. Kalau kami temukan, kami amankan, kami asesmen, kami beri nasihat, lalu kami kembalikan ke keluarganya. Tetapi tidak lama kemudian mereka kembali lagi ke jalan,” katanya, Senin 8 Juni 2026.

Menurut Junaedy, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Dinas Sosial, sebagian besar gelandangan dan pengemis yang ditemukan bukan merupakan warga Kota Pekanbaru. Mereka umumnya berasal dari daerah lain dan datang ke Pekanbaru untuk meminta-minta di sejumlah lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Rata-rata bukan warga Pekanbaru. KTP mereka berasal dari luar daerah. Karena itu, penanganannya juga membutuhkan koordinasi dengan keluarga maupun daerah asal mereka,” jelasnya.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Junaedy mengajak masyarakat berperan aktif dengan melaporkan keberadaan gelandangan dan pengemis melalui layanan darurat 112 atau Tim Reaksi Cepat Pemerintah Kota Pekanbaru. Dengan adanya laporan masyarakat, petugas dapat segera turun ke lokasi untuk melakukan penertiban dan pembinaan.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung kepada pengemis di jalanan. Menurutnya, kebiasaan tersebut justru membuat mereka terus kembali ke lokasi yang sama dan menyulitkan upaya penanganan yang dilakukan pemerintah.

“Kalau masyarakat ingin membantu, sebaiknya melalui lembaga resmi atau saluran yang tepat. Jangan memberikan uang di jalan karena itu bisa membuat mereka terus datang dan menjadikan aktivitas mengemis sebagai mata pencaharian,” tegasnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru berharap masyarakat dapat mendukung upaya penanganan gelandangan dan pengemis dengan melaporkan keberadaan mereka kepada petugas serta tidak memberikan sumbangan secara langsung di jalanan. Sementara itu, warga berharap penertiban dapat dilakukan secara berkelanjutan agar ketertiban, kenyamanan, dan keamanan di ruang publik Kota Pekanbaru tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....