Limbah Batu Bara Jadi Paving Block dan Pupuk, Dipuji Plt Gubri
- 06 Jun 2026 18:19 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Inovasi pemanfaatan limbah hasil pembakaran batu bara yang dikembangkan PLTU Tenayan Raya Pekanbaru mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Inovasi tersebut ditampilkan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tingkat Provinsi Riau yang dipusatkan di kawasan Stadion Utama Riau, Sabtu 6 Juni 2026.
Salah satu sudut yang menarik perhatian pengunjung adalah booth milik PLTU Tenayan Raya yang memamerkan produk hasil pengolahan limbah abu batu bara (fly ash) menjadi paving block dan pupuk kompos.
Saat meninjau stan tersebut, SF Hariyanto mengaku terkesan dengan upaya perusahaan mengubah limbah industri menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Menurutnya, inovasi seperti ini perlu terus dikembangkan dan dipromosikan agar memberikan manfaat yang lebih luas.
“Dari limbah pembakaran batu bara ya. Ini bagus sekali,” ujar SF Hariyanto saat melihat langsung produk yang dipamerkan.
Ia juga mendorong agar produk lokal hasil inovasi tersebut dapat terus ditingkatkan produksinya sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Sementara itu, Operator PLTU Tenayan Raya, Reza, menjelaskan bahwa limbah abu sisa pembakaran batu bara dimanfaatkan sebagai bahan baku utama pembuatan paving block dan pupuk kompos.
Khusus untuk pupuk, fly ash dikombinasikan dengan bahan organik berupa kotoran hewan yang berasal dari Kebun Binatang Kasang Kulim. Melalui proses homogenisasi, campuran tersebut menghasilkan unsur hara yang bermanfaat bagi tanah.
“Untuk pupuk berasal dari abu sisa pembakaran batu bara yang kami homogenkan dan dikombinasikan dengan bahan organik. Dari proses itu diperoleh unsur hara yang dapat membantu meningkatkan pH tanah serta kandungan kalium yang dibutuhkan tanaman,” kata Reza.
Selain pupuk, PLTU Tenayan Raya juga memproduksi berbagai jenis paving block dengan tingkat kekuatan tekan yang berbeda sesuai kebutuhan.
“Untuk paving block ada beberapa varian, di antaranya kombinasi dengan kekuatan tekan 225 dan kombinasi 300. Semua dibuat dengan memanfaatkan limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai tambah,” katanya.
Tidak hanya memanfaatkan abu batu bara, perusahaan juga mengolah cincangan dedaunan yang tersedia di lingkungan PLTU sebagai bagian dari proses pembuatan kompos.
Untuk mendukung program tersebut, PLTU Tenayan Raya telah menyiapkan fasilitas khusus berupa workshop pembuatan paving block dan greenhouse pengolahan pupuk kompos.
“Di PLTU Tenayan Raya sudah tersedia workshop khusus pembuatan paving block dan greenhouse untuk pengolahan pupuk. Jadi seluruh proses dilakukan secara terintegrasi di area PLTU,” ucap Reza.
PLTU Tenayan Raya sendiri mulai beroperasi pada 2017. Namun, program pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna telah dijalankan perusahaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).
Menariknya, hasil produksi pupuk maupun paving block tersebut tidak diperjualbelikan. Seluruhnya dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program CSR perusahaan, seperti pembangunan jalan lingkungan, bantuan rumah ibadah, hingga pemberdayaan kelompok masyarakat di sekitar wilayah operasional PLTU.
“Sampai saat ini pupuk dan paving block yang kami hasilkan tidak untuk dijual. Produk ini digunakan untuk mendukung kegiatan CSR perusahaan dan berbagai program pemberdayaan masyarakat,” ujar Reza.
Inovasi yang dikembangkan PLTU Tenayan Raya menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular di Provinsi Riau. Melalui pengolahan kembali limbah industri menjadi produk yang bermanfaat, perusahaan tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....