Perempuan LAM Riau Gelar Pelatihan Bubur Lambok

  • 05 Jun 2026 13:22 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Hari kedua rangkaian Milad ke-56 Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) diisi dengan pelatihan pembuatan bubur lambok yang digelar oleh Perempuan LAM Riau di Balai Adat Melayu Riau, Jumat 5 Juni 2026. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai organisasi perempuan dan masyarakat.

Ketua Perempuan LAM Provinsi Riau, Dinawati, mengatakan pelatihan tersebut sengaja dirancang untuk memperkenalkan cara pembuatan bubur lambok kepada organisasi-organisasi wanita sehingga kuliner khas Melayu tersebut semakin dikenal oleh masyarakat.

“Kegiatan ini kita rancang untuk membuat pelatihan bubur lambok agar organisasi wanita lainnya tersosialisasikan dan mengetahui cara membuat bubur lambok. Nanti masing-masing organisasi juga diharapkan dapat mengadakan pelatihan serupa di organisasinya masing-masing,” ujarnya.

Menurut Dinawati, selain menjadi bagian dari pelestarian budaya Melayu, bubur lambok juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. Dengan semakin banyak orang yang memahami cara pembuatannya, kuliner tradisional ini diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

“Kalau sudah banyak yang membuat bubur lambok, tentu makanan ini akan semakin dikenal luas. Bahkan bisa menjadi alternatif usaha bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha kuliner khas Melayu,” katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terlihat dari jumlah peserta yang jauh melampaui target awal. Jika semula panitia hanya menyiapkan kuota untuk 60 peserta, jumlah peserta yang hadir ternyata mendekati 90 orang.

“Terus terang kami cukup kewalahan melihat jumlah peserta yang begitu banyak. Namun kami bersyukur karena ini menjadi pertanda bahwa kegiatan seperti ini sangat diminati dan perlu digelar kembali dengan persiapan yang lebih baik,” tambah Dinawati.

Sementara itu, Koordinator Pelatihan Bubur Lambok, Mahlinar Betty, menjelaskan bahwa bubur lambok memiliki ciri khas yang membedakannya dengan jenis bubur lainnya. Salah satu bahan utama yang menjadi penentu keaslian bubur lambok adalah penggunaan "albe".

“Bubur pada dasarnya sama-sama terbuat dari beras, tetapi bubur lambok memiliki ciri khas yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu menggunakan albe. Kalau tidak memakai albe, berarti bukan bubur lambok. Itu yang paling membedakan,” jelasnya.

Selain albe, bubur lambok juga dilengkapi berbagai bahan pelengkap seperti sayuran dan ikan teri atau bilis yang menjadi bagian dari cita rasa khas Melayu. Mahlinar menyebut kuliner ini sudah sangat dikenal di wilayah pesisir Riau seperti Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, dan Dumai, namun masih perlu diperkenalkan lebih luas ke daerah-daerah daratan.

Melalui pelatihan ini, Perempuan LAM Riau berharap bubur lambok tidak hanya menjadi warisan kuliner yang tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal oleh generasi muda serta mampu berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat Riau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....