Isi Waktu Pasca-Armuzna, Jemaah Napak Tilas Dakwah Rasulullah di Thaif
- 05 Jun 2026 11:48 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru — Mengisi fase pasca-Armuzna dan menjelang kepulangan ke Tanah Air, jemaah haji Kloter BTH 08 dan BTH 09 (Bengkalis - Pekanbaru) memaksimalkan hari-hari terakhir di Tanah Suci dengan rangkaian ibadah dan ziarah sarat makna. Sebelum nantinya menyempurnakan ibadah dengan Tawaf Wada' (tawaf perpisahan), para jemaah memadukan kegiatan spiritual di Makkah dengan napak tilas sejarah Islam di Kota Thaif.
Ketua Kloter BTH 09, Agus Saputera melaporkan bahwa selama berada di pemondokan, rutinitas ibadah mahdhah terus dijaga. Para jemaah rutin mendirikan salat lima waktu berjamaah di Masjid Bin Abid. Masjid yang hanya berjarak 300 meter dari hotel ini selalu menjadi tumpuan dan dipadati oleh para alhujjaj (jemaah haji) dari berbagai mancanegara.
"Jemaah juga terus menggiatkan penyelesaian atau khatam bacaan Al-Qur'an, yang ditutup dengan donasi atau wakaf mushaf Al-Qur'an langsung ke Masjidil Haram," jelasnya, Jumat 5 Juni 2026.
Menyusuri Sejarah Dakwah dan Menikmati Sejuknya Thaif
Dikatakan, melengkapi perjalanan spiritual, jemaah BTH 08 dan BTH 09 menggelar tur ziarah ke Kota Thaif untuk menelusuri jejak dakwah Nabi Muhammad SAW. Rangkaian kunjungan ini membawa jemaah menyelami sejarah sekaligus menikmati sisi lain bentang alam Arab Saudi.
Rangkaian kegiatan di Thaif meliputi Kereta Gantung Telefric Al Hada. Jemaah menyempatkan diri mencoba sensasi menaiki kereta gantung di kawasan Al Hada. Berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Thaif, kawasan ini sangat terkenal dengan suhu pegunungannya yang dingin dan pemandangan yang menakjubkan.
Kemudian, pabrik penyulingan mawar tertua. Jemaah berkunjung ke pabrik penyulingan bunga mawar Rashed Al Qurashi, yang dikenal sebagai salah satu yang tertua di Kota Thaif. Di sini, jemaah melihat langsung proses ekstraksi mawar yang tersohor hingga ke berbagai belahan dunia.
Selanjutnya, Ziarah Masjid Abdullah ibn Abbas. Perjalanan dilanjutkan dengan mendirikan salat di Masjid Abdullah ibn Abbas. Masjid bersejarah yang dibangun pada tahun 592 Hijriah ini didedikasikan untuk mengenang salah satu sahabat Nabi sekaligus ahli tafsir terkemuka, yakni Abdullah ibn Abbas.
Pelajaran Berharga dari Perjalanan Thaif
Selanjutnya, kunjungan ke Thaif bukan sekadar wisata alam, melainkan sebuah refleksi sejarah yang mendalam bagi para jemaah asal Riau ini. Perjalanan dakwah Rasulullah SAW ke Thaif yang penuh rintangan menjadi pengingat akan ketangguhan dan kasih sayang Sang Pembawa Risalah.
"Ziarah bernuansa sejarah ini memberikan pengajaran yang sangat mendalam bagi kita semua. Dari sini kita melihat betapa besarnya cinta Rasulullah kepada umatnya. Meski dahulu beliau ditolak dan disakiti di kota ini, beliau justru mendoakan kebaikan, dan hasilnya berupa tegaknya Islam dapat kita saksikan serta rasakan sampai akhir zaman. Shallallahu 'ala Muhammad," ungkap Pembimbing Ibadah BTH 09, H. Suryandi Bonar Temala memaknai perjalanan napak tilas tersebut.
Keseimbangan antara ibadah intensif di sekitar pemondokan dan pengayaan batin melalui ziarah sejarah ini diharapkan semakin memantapkan kekhusyukan para jemaah, sebelum akhirnya bersiap menempuh perjalanan pulang menuju Tanah Air membawa predikat haji mabrur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....