Perempuan LAM Riau Gelar Bengkel Berbalas Pantun

  • 04 Jun 2026 13:39 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Bersempena Milad ke-56 Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Perempuan LAM Riau menggelar kegiatan Bengkel Berbalas Pantun di Balai Adat Melayu Riau, Kamis 4 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya melestarikan warisan budaya Melayu sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap tradisi pantun yang sarat nilai dan filosofi kehidupan.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, Datuk Seri R Marjohan Yusuf, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pantun merupakan salah satu warisan budaya Melayu yang memiliki nilai pendidikan, etika, dan tunjuk ajar yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pantun telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya yang mengandung nilai filosofis tinggi. Namun, di tengah perkembangan zaman, penggunaan pantun di kalangan generasi muda mulai berkurang sehingga diperlukan berbagai kegiatan untuk memperkenalkannya kembali kepada masyarakat.

“Pantun merupakan bagian penting dari budaya Melayu yang sarat dengan filosofi dan pengajaran. Saat ini pantun sudah mulai jarang terdengar di kalangan generasi muda. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi langkah nyata untuk melestarikan budaya Melayu dan memperkuat tunjuk ajar Melayu kepada generasi penerus,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Presiden Pertubuhan Skuat Bakti Malaysia Asia, Datuk Seri Paduka Ramlee Mat Daly. Ia menilai kegiatan bengkel berbalas pantun tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, tetapi juga mampu mempererat silaturahmi antaranggota serta lembaga adat yang memiliki perhatian terhadap kebudayaan Melayu.

Menurutnya, pantun merupakan identitas budaya Melayu yang tidak boleh ditinggalkan. Hampir seluruh adat istiadat Melayu memiliki keterkaitan dengan pantun sebagai media penyampaian pesan, nasihat, maupun nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kita berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga budaya pantun tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda,” katanya.

Kegiatan bengkel berbalas pantun merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-56 LAM Riau yang berlangsung selama tiga hari. Setelah kegiatan tersebut, pada Jumat 5 Juni 2026 akan digelar pelatihan pembuatan bubur lambok serta program Jumat Berkah Bubur Lambok. Sementara pada Sabtu 6 Juni 2026, rangkaian acara akan ditutup dengan pertunjukan berbalas pantun, bazar UMKM, dan pagelaran 56 juadah khas Melayu Riau yang menampilkan beragam kuliner tradisional daerah.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, LAM Riau berharap nilai-nilai budaya Melayu dapat terus diwariskan kepada generasi muda sekaligus menjadi sarana memperkuat identitas budaya Melayu di tengah arus modernisasi yang semakin berkembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....