Sebagian Besar Wilayah Riau Berawan, Hujan Berpotensi

  • 04 Jun 2026 09:28 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Riau pada Kamis 4 Juni 2026 didominasi kondisi udara kabur hingga berawan. Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah pada sore hingga dini hari.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, mengatakan kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari umumnya masih didominasi udara kabur dan berawan.

"Pada pagi hingga siang hari cuaca di wilayah Riau secara umum berada dalam kondisi udara kabur hingga berawan," kata Putri, Kamis 4 Juni 2026.

Ia menjelaskan, memasuki sore hingga malam hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, dan Kuantan Singingi. Sementara pada dini hari, hujan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di beberapa daerah.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di sebagian wilayah Kabupaten Kampar dan Indragiri Hilir pada sore, malam hingga dini hari," ujarnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Sementara itu, kondisi perairan di wilayah Riau masih tergolong aman. Tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah.

"Untuk tinggi gelombang laut di wilayah perairan Riau masih berada pada kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter," kata Putri.

Di sisi lain, BMKG juga mencatat adanya peningkatan jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera. Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 207 hotspot yang tersebar di berbagai provinsi.

Provinsi Riau menjadi salah satu daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 67 titik. Sebaran terbanyak terpantau di Kabupaten Bengkalis sebanyak 30 titik dan Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 24 titik.

"Jumlah hotspot di Riau meningkat menjadi 67 titik yang tersebar di delapan kabupaten dan kota. Konsentrasi tertinggi terdeteksi di Bengkalis dan Rokan Hilir," ungkapnya.

Selain itu, hotspot juga terpantau di Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 6 titik, Indragiri Hulu 2 titik, Kuantan Singingi 2 titik, serta masing-masing satu titik di Pelalawan, Siak, dan Kota Dumai.

Menyikapi peningkatan jumlah hotspot tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki jumlah hotspot cukup tinggi," tutup Putri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....