DPRD Riau Minta PLN Evaluasi BLackout yang Merugikan Masyarakat
- 02 Jun 2026 10:54 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Ancaman serius membayangi fasilitas pelayanan publik di Sumatra setelah gangguan jaringan transmisi memicu pemadaman massal (blackout) di berbagai wilayah, termasuk Riau. Kelumpuhan total ini memicu desakan kuat agar manajemen PT PLN (Persero) merombak total sistem proteksi infrastruktur mereka demi mengantisipasi risiko serupa di masa depan.
Sorotan tajam datang dari parlemen lokal yang menilai kegagalan sistem kelistrikan berskala besar ini sangat berisiko bagi operasional sektor krusial. Sektor medis seperti rumah sakit dan pusat layanan masyarakat dinilai paling rentan terdampak jika pemadaman serupa kembali terjadi.
"Manajemen puncak PLN harus mengaudit secara total insiden pemadaman kemarin. Proteksi untuk area vital seperti rumah sakit tidak boleh dikorbankan lagi akibat kegagalan sistemik," tegas Wakil Ketua DPRD Riau, Ahmad Tarmizi, Senin 1 Juni 2026.
Petaka lumpuhnya arus energi ini berawal pada Jumat malam 22 Mei 2026, yang seketika mematikan pasokan listrik di beberapa provinsi wilayah Sumatra.
Pihak PLN mengonfirmasi bahwa akar masalah bersumber dari kerusakan jalur transmisi interkoneksi utama yang berdampak domino pada seluruh jaringan pulau.
Secara spesifik, Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau, I Komang Gede Sastrawan, mengungkapkan bahwa kerusakan terdeteksi pada jalur transmisi 275 kV yang menghubungkan Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi.
Faktor alam berupa cuaca ekstrem di lokasi tersebut dituding sebagai pemicu utama ambruknya pasokan daya.
"Permohonan maaf kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Sumatra atas ketidaknyamanan akibat insiden pada 22 Mei lalu," tutur Komang.
Ia menambahkan, pihak teknisi langsung dikerahkan untuk melakukan pemulihan pembangkit secara bertahap guna memulihkan stabilitas energi di wilayah terdampak..
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....