Bulog Riau Kepri Awasi Ketat Harga MinyaKita di Pasaran
- 02 Jun 2026 09:33 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Perum Bulog Kantor Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga minyak goreng merek MinyaKita di pasaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan minyak goreng bersubsidi tersebut tetap tersedia dan dijual sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Wakil Pimpinan Perum Bulog Kanwil Riau-Kepri, Riau Sartika, mengatakan pihaknya hingga saat ini tetap menyalurkan MinyaKita secara reguler kepada kios-kios yang telah terdaftar sebagai mitra Bulog, baik yang berada di pasar rakyat yang tercatat di Kementerian Perdagangan maupun pasar rakyat lainnya.
“Kita tetap pasokan secara reguler seperti biasa ke kios-kios yang sudah terdaftar sebagai mitra kita, baik di pasar rakyat yang catatannya Kemendag maupun pasar rakyat lainnya,” ujar Riau Sartika, Senin 1 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Bulog juga terus melakukan pengawasan terhadap pedagang yang menjual MinyaKita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Apabila ditemukan pelanggaran, Bulog akan memberikan teguran secara bertahap sebelum menjatuhkan sanksi yang lebih tegas.
“Kita berikan surat teguran secara bertahap. Memang sanksi beratnya paling kita stop pasokannya. Kalau dihentikan belum, sementara masih teguran. Kita stop dulu sementara untuk pasokannya,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang eceran MinyaKita, Deli Murni, mengungkapkan harga minyak goreng bersubsidi tersebut saat ini masih belum stabil. Menurutnya, kondisi pasokan yang kerap berkurang di pasaran membuat harga MinyaKita di tingkat pengecer mengalami kenaikan dibandingkan HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
“Sekarang harga minyaknya kurang stabil. Biasanya MinyaKita ini kan HET-nya Rp15.700, tapi karena di pasaran sering menghilang, sekarang di pengecer bisa mencapai Rp20.000 per liter,” kata Deli Murni.
Meski demikian, ia menilai harga tersebut masih tergolong terjangkau bagi masyarakat dibandingkan beberapa merek minyak goreng lainnya yang beredar di pasaran. Menurutnya, produk seperti Bimoli dan Sunco dijual dengan harga yang lebih tinggi meskipun memiliki kualitas yang berbeda.
Deli Murni juga mengakui bahwa pengawasan dari Bulog terhadap penjualan MinyaKita terus dilakukan, khususnya terkait kepatuhan pedagang terhadap ketentuan harga. Sebagai pedagang, ia berusaha menjual minyak goreng dengan harga yang wajar agar tetap dapat dijangkau masyarakat.
“Ada pengawasan dari Bulog terhadap yang menjual harga minyak di atas HET. Kami sebagai pedagang juga berusaha menjual dengan harga yang stabil, tidak terlalu tinggi, supaya masyarakat masih bisa membeli minyak goreng dengan harga yang terjangkau,” tuturnya.
Melalui pengawasan yang rutin dan penyaluran yang berkelanjutan, Bulog Riau-Kepri berharap ketersediaan MinyaKita tetap terjaga serta harga di tingkat konsumen dapat lebih terkendali sehingga kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng dapat terpenuhi dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....