Pasca Iduladha, Harga Sayur dan Telur Masih Tinggi di Pekanbaru

  • 02 Jun 2026 09:16 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Pekanbaru masih bertahan tinggi pasca Iduladha 1447 Hijriah. Berdasarkan pantauan di Pasar Sukaramai, kenaikan harga masih terjadi pada beberapa komoditas, terutama sayur-mayur dan telur yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Salah seorang pedagang telur di Pasar Sukaramai, Anton, mengatakan harga telur ayam ras dari Medan masih relatif stabil dan belum mengalami penurunan yang signifikan. Menurutnya, telur asal Payakumbuh sudah mulai turun meski hanya sedikit.

“Kalau telur Medan masih bertahan harganya. Kalau Payakumbuh sudah ada turun sedikit. Untuk harga eceran sekarang sekitar Rp24 ribu sampai Rp25 ribu per setengah papan. Kalau dibandingkan sebelumnya, per papan ada selisih sekitar Rp1.000,” ujar Anton, Senin 1 Juni 2026.

Ia menambahkan, harga telur kampung, telur bebek, maupun telur puyuh juga mengalami kenaikan, namun tidak terlalu signifikan. Meski harga cenderung stabil, Anton mengaku penjualan mengalami sedikit penurunan setelah Iduladha. Menurutnya, kondisi tersebut diduga dipengaruhi masih tingginya konsumsi daging kurban di tengah masyarakat sehingga permintaan telur tidak meningkat.

Sementara itu, pedagang sayur bernama Armen mengungkapkan sebagian besar komoditas sayuran mengalami kenaikan harga sejak menjelang Hari Raya Iduladha. Ia menyebut hanya kol yang relatif stabil, sedangkan cabai, bawang, kentang hingga daun sop mengalami kenaikan cukup tajam.

“Kalau cabai biasa modalnya dari Rp33 ribu per kilogram, sekarang sudah Rp43 ribu sampai Rp45 ribu. Cabai rawit dari Rp30 ribu jadi Rp50 ribu per kilogram. Daun sop yang sebelumnya Rp30 ribu sekarang sudah Rp60 ribu. Bawang juga naik, dari modal Rp28 ribu sekarang menjadi Rp40 ribu,” jelas Armen.

Selain itu, harga kentang naik dari Rp12 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram. Meski beberapa komoditas seperti buncis mulai mengalami penurunan harga dari Rp31 ribu menjadi sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, Armen mengatakan kebutuhan utama masyarakat seperti cabai dan bawang masih tergolong mahal.

Menurut Armen, kenaikan harga tersebut mulai terjadi sekitar dua hari menjelang Iduladha dan hingga kini belum sepenuhnya kembali normal. Kondisi itu juga berdampak terhadap aktivitas perdagangan di pasar. “Penjualan ada menurun karena harga mahal. Barang naik menjelang lebaran dan sampai sekarang masih terasa pengaruhnya,” katanya.

Para pedagang berharap pasokan dari daerah sentra produksi kembali lancar sehingga harga berbagai kebutuhan pokok dapat berangsur turun dan daya beli masyarakat kembali meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....