Kolaborasi Densus 88 Riau dan Polres Siak Bentengi Pelajar dari Bahaya Terorisme
- 01 Jun 2026 20:41 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dalam upaya membentengi generasi muda dari paparan ideologi menyimpang, Satgaswil Riau Densus 88 Anti Teror (AT) Polri berkolaborasi dengan Polres Siak sukses menggelar ajang Pemilihan Duta Cegah Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) se-Kabupaten Siak. Pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan di Mako Polres Siak, Kabupaten Siak pada Senin 1 Juni 2026.
Ajang edukasi ini menyasar generasi muda pada rentang usia 14–19 tahun. Tujuannya adalah mendorong pelajar agar lebih aktif dan kreatif dalam menyebarkan pesan perdamaian serta menolak tegas segala bentuk radikalisme dan terorisme.
Dari hasil seleksi yang ketat, terpilih tiga kader terbaik perwakilan sekolah di Kabupaten Siak. Juara 1 diraih oleh Shaina Syaftari Putri (SMAN 1 Sabak Auh), disusul Juara 2 Syafiqa Anastasya Ryzykyka (SMPN 1 Siak), dan Juara 3 Neni Sahira (MAN Insan Cendekia Siak).
Kasatgaswil Riau Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Sunadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara Polda Riau dan Polres Siak. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk "vaksinasi" ideologi bagi para pelajar tingkat SMP dan SMA.
"Sasaran kita kali ini adalah melaksanakan vaksinasi ideologi dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Kita tahu beberapa waktu lalu ada kejadian paparan radikalisme, dan faktanya penyebaran tersebut terjadi melalui media sosial," ungkap Kombes Pol. Sunadi.
Ia juga mengimbau agar kewaspadaan tidak hanya datang dari aparat dan pihak sekolah, tetapi juga dari lingkungan keluarga.
"Oleh karena itu, mari sama-sama kita waspadai penyebaran ideologi ekstremisme tersebut. Harapan ke depan, tidak hanya di kalangan pelajar, tapi orang tua juga harus mewaspadainya," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, menjelaskan kegiatan pemilihan Duta Cegah IRET merupakan bagian dari strategi preventif untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai paham yang dapat mengancam persatuan bangsa.
"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pencegahan paham-paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Harapannya adalah untuk membentuk komunitas masyarakat Kabupaten Siak yang dapat menjadi tameng," paparnya.
Beliau juga berpesan kepada para pemenang agar tidak berhenti pada euforia perlombaan semata.
"Diharapkan para siswa tidak berhenti sampai di sini saja, namun ke depan benar-benar dapat menjadi duta pencegahan. Sehingga, masyarakat Kabupaten Siak aman dari paham-paham tersebut dan menjadi masyarakat yang damai, nyaman, dan sejahtera," tuturnya.
Sebagai tuan rumah acara, Kepala MA Al-Aziz Riau, Muhammad Fahrurrozi, merasa bangga institusinya dapat memfasilitasi kegiatan positif ini.
"Tujuan kami mengadakan acara Pemilihan Duta IRET ini adalah sebagai simbol edukasi bagi masyarakat. Bahwasanya dunia pendidikan merupakan sarana yang tepat untuk merespons bahaya paham radikalisme," ujar Fahrurrozi.
Melalui kegiatan ini, Polres Siak, Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri, dan MA Al-Aziz Riau berharap lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap upaya menjaga keutuhan bangsa dari ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....