Biryanto: Kedewasaan Berdemokrasi Kunci Perkuat Persatuan Bangsa di Era Digital

  • 01 Jun 2026 20:16 WIB
  •  Pekanbaru

RRI. CO. ID, Pekanbaru - Kedewasaan dalam berdemokrasi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga persatuan bangsa sekaligus memperkuat pelaksanaan demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital saat ini.

Hal itu disampaikan Dr. H. Biryanto, seorang Maheswara sekaligus Kabid Infokom IKAL Lemhannas Riau. Menurutnya, demokrasi Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan konsep demokrasi yang berkembang di berbagai negara lain karena berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila.

“Demokrasi Indonesia tidak hanya bertumpu pada suara mayoritas atau mekanisme perwakilan, tetapi juga harus dijalankan berdasarkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial yang menjadi satu kesatuan dalam Pancasila,” kata Biryanto.

Ia menjelaskan, nilai demokrasi dalam Pancasila tidak hanya tercermin pada sila keempat tentang kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. Menurutnya, seluruh sila dalam Pancasila mengandung nilai demokrasi yang saling melengkapi dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Biryanto menuturkan, pada sila pertama demokrasi harus dilandasi moral dan etika, sedangkan sila kedua menekankan penghormatan terhadap hak asasi manusia, keadilan, dan perlakuan yang beradab terhadap sesama. Sementara sila ketiga mengamanatkan agar pelaksanaan demokrasi tetap menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

“Demokrasi tidak boleh dijadikan alasan untuk memecah belah masyarakat. Sebaliknya, demokrasi harus menjadi sarana memperkuat persatuan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan nilai demokrasi pada sila kelima menegaskan bahwa seluruh proses demokrasi harus bermuara pada terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, baik dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun aspek kehidupan lainnya.

Menurut Biryanto, perkembangan peradaban, ilmu pengetahuan, dan teknologi membuat ruang demokrasi semakin terbuka. Namun, kondisi tersebut juga menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan kebebasan berpendapat, khususnya di ruang digital yang memungkinkan informasi tersebar secara cepat dan luas.

“Orang yang dewasa dalam berdemokrasi tidak mudah terprovokasi, mampu menyaring informasi, tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, menghindari ujaran kebencian, serta tetap santun dalam menyampaikan pendapat. Kedewasaan berdemokrasi inilah yang perlu terus dibangun agar demokrasi Pancasila dapat berjalan secara sehat dan bertanggung jawab,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....