Kesbangpol Riau Gandeng Organisasi Kepemudaan Perkuat Nilai Kebangsaan

  • 31 Mei 2026 21:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat semangat kebangsaan di tengah masyarakat melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan di Bumi Lancang Kuning.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau, Boby Rachmat, menegaskan bahwa menjaga keutuhan bangsa tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air kepada generasi muda.

“Menjaga persatuan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas sosial memiliki peran yang sama penting dalam membangun karakter kebangsaan,” ujar Boby di Pekanbaru, Minggu 31 Mei 2026.

Untuk memperluas jangkauan edukasi tersebut, Kesbangpol Riau menggandeng berbagai organisasi kepemudaan yang dinilai dekat dengan kehidupan generasi muda. Salah satunya adalah Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Riau yang selama ini aktif mengampanyekan nilai-nilai kebangsaan kepada pelajar dan pemuda.

Ketua DPPI Riau, Josua Sihite, menilai masyarakat Riau telah menunjukkan praktik toleransi yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan para peserta pendidikan dan pelatihan Paskibraka yang berasal dari 12 kabupaten dan kota di Riau mampu hidup rukun meski memiliki latar belakang suku dan budaya yang berbeda.

Menurut Josua, keberagaman justru menjadi kekuatan yang mempererat hubungan antarpelajar. Melalui interaksi yang terjalin selama pelatihan, para peserta saling mengenal budaya daerah masing-masing, berbagi pengalaman, serta menumbuhkan rasa saling menghargai sebagai sesama anak bangsa.

Ke depan, DPPI Riau berencana memperluas edukasi kebangsaan ke sekolah-sekolah melalui organisasi Paskibra. Program yang akan dijalankan setelah peringatan Hari Kemerdekaan itu bertujuan memperkenalkan nilai-nilai Pancasila dengan metode yang lebih dekat dengan karakter Generasi Z dan Generasi Alpha, sehingga tidak hanya dipahami sebagai materi hafalan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila harus dipahami sebagai pedoman hidup. Karena itu kami ingin menyampaikan nilai-nilainya dengan cara yang lebih sederhana, relevan, dan mudah diterapkan oleh generasi muda,” kata Josua.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan, diharapkan semangat persatuan, toleransi, dan nasionalisme terus tumbuh di kalangan generasi muda Riau sebagai modal penting menjaga keutuhan bangsa di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....