Densus 88 dan Disdik Siak Perkuat Pencegahan Radikalisme di Sekolah
- 26 Mei 2026 15:22 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Siak – Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Siak dalam upaya mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di lingkungan pendidikan, Selasa 26 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Siak, Kecamatan Mempura tersebut dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romy Lesmana Dermawan, Kepala BPMP Dr. Nilam Suri, Staf Ahli Bupati Bidang SDM Fahrurozi, Kepala Pusat Penguatan Karakter dan Pembelajaran, serta diikuti sekitar 180 peserta melalui Zoom Meeting yang terdiri dari kepala SMP se-Kabupaten Siak.
Dalam forum tersebut, Iptu Umar Dhani, dari Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk melakukan deteksi dini terhadap penyebaran paham radikal di kalangan pelajar.
“Guru memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan siswa di lingkungan sekolah. Karena itu, kewaspadaan dan komunikasi yang baik sangat diperlukan dalam mendeteksi potensi penyebaran paham IRET sejak dini,” ujar Iptu Umar Dhani.
Ia juga mengingatkan bahwa kelompok radikal kini memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk menyasar generasi muda, termasuk melalui media sosial dan game online.
“Perkembangan modus penyebaran paham radikal saat ini semakin kompleks. Anak-anak dan remaja menjadi target melalui ruang digital yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romy Lesmana Dermawan, mengatakan peristiwa yang terjadi di Islamic Center Siak menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk memperkuat langkah preventif di dunia pendidikan.
“Peristiwa yang terjadi di Siak harus menjadi pelajaran bersama bahwa upaya pencegahan harus diperkuat, terutama di lingkungan sekolah agar anak-anak tidak mudah terpapar paham radikal berbasis kekerasan,” ujar Romy.
Dalam diskusi juga disampaikan bahwa banyak kasus radikalisme pada anak berawal dari persoalan sosial seperti bullying, kurangnya perhatian keluarga, hingga minimnya komunikasi di sekolah. Karena itu, pendekatan humanis dan penguatan nilai toleransi dinilai menjadi langkah penting dalam pencegahan.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Siak turut mengapresiasi Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri yang selama ini aktif melakukan sosialisasi dan edukasi terkait bahaya paham IRET di sejumlah sekolah di wilayah Siak.
Melalui kegiatan FGD tersebut, seluruh kepala sekolah diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta meneruskan pemahaman kepada guru dan staf sekolah terkait deteksi dini dan pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme di lingkungan pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....