Pasukan Kuning Bersihkan Drainase Tersumbat di Marpoyan Damai

  • 25 Mei 2026 08:40 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Lurah Maharatu, Joko Arif Santoso, memanfaatkan hari libur untuk turun langsung mengecek kondisi drainase di wilayahnya. Langkah itu dilakukan setelah adanya arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho agar perangkat wilayah lebih aktif menangani persoalan lingkungan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Peninjauan dilakukan di sejumlah titik rawan genangan di Kecamatan Marpoyan Damai, Minggu 24 Mei 2026. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di kawasan Jalan Kartama, Gang Santiana, yang selama ini kerap dikeluhkan warga karena aliran air tidak berjalan lancar saat hujan deras.

Di lokasi tersebut, Joko menemukan saluran air dalam kondisi tersumbat akibat endapan lumpur dan tumpukan sampah. Kondisi itu membuat drainase tidak mampu menampung aliran air secara optimal, sehingga berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir di kawasan permukiman.

Joko kemudian mengerahkan Pasukan Kuning dari dinas terkait untuk melakukan pembersihan. Petugas turun ke saluran air untuk mengangkat lumpur, sampah, dan material lain yang menghambat aliran drainase.

“Mengenakan perlengkapan lengkap, para petugas sigap menguras material penghambat dan mengangkut berton-ton sampah yang menyumbat aliran. Hanya dalam hitungan jam, kerja keras mereka membuahkan hasil nyata, air yang semula tenang menghitam kini kembali mengalir deras tanpa hambatan,” ujar Joko.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Menurutnya, lurah harus hadir sebagai ujung tombak dalam menyelesaikan persoalan lingkungan, terutama masalah sampah, drainase tersumbat, dan potensi banjir.

“Ini merupakan perintah langsung Bapak Walikota Pekanbaru, Bapak Agung Nugroho. Lurah harus menjadi ujung tombak dalam persoalan lingkungan, mulai dari sampah, drainase tersumbat, hingga penanganan banjir,” tegas Joko di sela peninjauan.

Joko juga menilai penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ia mengajak warga untuk terus menjaga semangat gotong royong, karena kebersihan lingkungan sangat bergantung pada kesadaran bersama. “Budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa harus terus dihidupkan demi menjaga kebersihan lingkungan bersama,” jelas Joko.

Sebelum pembersihan drainase dilakukan, pihak Kelurahan Maharatu juga telah mengajak warga melaksanakan gotong royong bersama. Sinergi antara pemerintah kelurahan, petugas lapangan, dan masyarakat dinilai penting agar saluran air tetap bersih dan tidak kembali tersumbat.

Ke depan, Joko memastikan pemantauan drainase akan dilakukan secara berkala, terutama saat cuaca ekstrem dan intensitas hujan meningkat. “Kami akan terus melakukan mitigasi dini secara berkala untuk memastikan wilayah Maharatu bebas dari ancaman banjir, terutama saat intensitas hujan memasuki fase ekstrem,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke parit maupun saluran air. Menurutnya, drainase yang bersih bukan hanya membantu mencegah banjir, tetapi juga menunjukkan kepedulian warga terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....