Persukuan Melayu Datuok Majolelo Gotong Royong Bangun Balai Adat
- 24 Mei 2026 21:53 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Kampar - Pengerjaan Balai Adat Persukuan Melayu Datuok Majolelo Pulau Belimbing Kenegerian Kuok, Kecamatan Kuok terus berjalan. Pada Minggu 24 Mei 2026, masyarakat melaksanakan pengecoran lantai dua bangunan menggunakan material ready mix yang didatangkan dari Pekanbaru.
Pembangunan balai adat tersebut dilakukan secara gotong royong dan swadaya oleh anak kemanakan Persukuan Melayu Datuok Majolelo Pulau Belimbing Kenegerian Kuok. Selain itu, pembangunan juga mendapat dukungan dari berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya daerah.
Kepala Persukuan Melayu Datuok Majolelo, Damanhuri Datuok Majolelo mengungkapkan rasa syukur atas progres pembangunan balai adat yang dinilai berjalan cukup cepat berkat kekompakan masyarakat.
“Atas nama persukuan dan seluruh anak kemanakan Melayu Datuok Majolelo, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan material, dana, tenaga, maupun pemikiran yang telah diberikan demi terwujudnya balai adat ini,” ujarnya.
Ia mengatakan pembangunan balai adat tersebut menjadi bukti kuatnya persatuan dan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat.
“Berkat kebersamaan dan kepedulian seluruh masyarakat, pembangunan balai adat yang menjadi kebanggaan bersama ini dapat terus berjalan dengan baik,” tambahnya.
Momentum pengecoran lantai dua tersebut juga dirangkai dengan kegiatan syukuran dan silaturahmi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dalam kegiatan itu dilakukan pemotongan dua ekor kambing yang berasal dari Persukuan Melayu dan anak kemanakan sebagai bentuk akikah dan rasa syukur.
“Kami berharap dengan niat yang tulus dan mengharap ridho Allah SWT, pembangunan balai adat ini dapat segera selesai sesuai harapan bersama,” ungkap Damanhuri.
Sementara itu, Kepala Desa Kuok, Khairisman menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan Persukuan Melayu dalam membangun balai adat tersebut.
“Kami bangga melihat persatuan dan semangat masyarakat dalam melestarikan adat melalui pembangunan balai adat ini. Pemerintah desa tentu sangat mendukung upaya positif seperti ini,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pembangunan, Khairul menjelaskan pembangunan balai adat masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak karena masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan.
“Pekerjaan yang masih akan dilanjutkan di antaranya pembangunan ruang atas, pemasangan atap, keramik lantai, rumah transit hingga toilet. Karena itu, kami masih terus membuka penggalangan dana demi kelanjutan pembangunan ini,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....