Diskes Riau Pastikan Belum Ditemukan Kasus Hantavirus

  • 24 Mei 2026 15:57 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dinas Kesehatan Provinsi Riau memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di wilayah Riau. Pemerintah daerah pun terus memantau perkembangan informasi dari pemerintah pusat terkait potensi penyebaran virus tersebut di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan pihaknya belum menerima laporan adanya warga yang terindikasi terpapar Hantavirus maupun gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.

“Sampai sekarang belum ada laporan kasus Hantavirus di Riau,” ujar Zulkifli, Sabtu 23 Mei 2026.

Meski demikian, Diskes Riau tetap meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu arahan resmi dari Kementerian Kesehatan mengenai langkah penanganan apabila nantinya ditemukan kasus suspek di daerah.

Menurutnya, karena Hantavirus termasuk penyakit menular, maka penanganannya harus mengikuti pedoman nasional, mulai dari upaya pencegahan hingga penanganan medis.

“Kami masih menunggu surat edaran dari Kemenkes terkait langkah preventif, kuratif, dan rehabilitatif apabila ada temuan kasus,” ungkapnya.

Zulkifli juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah awal pencegahan. Sebab, virus tersebut diketahui dapat ditularkan melalui tikus maupun kotorannya.

Masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti menjaga kebersihan rumah, menyimpan makanan di tempat tertutup, serta menghindari kontak langsung dengan tikus.

Selain itu, warga yang mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, batuk, hingga sesak napas diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI sebelumnya menyatakan belum ditemukan kasus hanta pulmonary syndrome (HPS) di Indonesia. Kasus yang terdeteksi sejauh ini merupakan tipe haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) yang disebabkan strain Seoul Virus.

Berdasarkan data Kemenkes, selama periode 2024 hingga Mei 2026 tercatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS di sejumlah daerah di Indonesia. Kasus tersebut tersebar di antaranya di DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....