Sembilan Perpustakaan Desa ikuti Lomba Pustaka Desa Kabupaten Kampar

  • 18 Mei 2026 15:39 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Kampar - Semangat literasi terus digelorakan di Kabupaten Kampar. Sebanyak 9 Perpustakaan Desa mengikuti penilaian yang dilakukan Tim Penilai Pustaka Desa Kabupaten Kampar sebagai langkah untuk menentukan wakil terbaik menuju tingkat Provinsi Riau hingga nasional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mendorong tumbuhnya budaya membaca serta penguatan perpustakaan berbasis inklusi sosial di tengah masyarakat.

Kabid Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan Riska Jonita, menyampaikan bahwa perpustakaan desa memiliki fungsi strategis dalam membangun desa yang inovatif, kreatif, dan mandiri.

“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi menjadi pusat edukasi, pusat pengetahuan, sekaligus ruang interaksi masyarakat. Melalui konsep Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TP BIS), perpustakaan harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Riska Jonita, Senin 18 Mei 2026.

Ia juga menyebutkan bahwa terpilihnya Desa Rumbio sebagai salah satu peserta penilaian menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Kampar. Dirinya berharap perpustakaan desa tersebut mampu tampil maksimal dan menjadi yang terbaik pada tahapan selanjutnya.

Adapun 9 perpustakaan desa yang mengikuti penilaian yakni Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu, Desa Bukit Kemuning Kecamatan Tapung Hulu, Desa Pulau Terap Kecamatan Kuok, Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar, Desa Laboy Jaya Kecamatan Bangkinang, Desa Sari Galuh Kecamatan Tapung, Desa Bukit Kratai Kecamatan Rumbio Jaya, Desa Rumbio Kecamatan Kampar, serta Desa Karya Bakti Kecamatan Kampar Kiri Tengah.

Riska menambahkan, keberadaan pustaka desa diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap penggunaan telepon genggam dan dampak negatif game online.

“Kita harus memiliki persepsi yang sama bahwa perpustakaan dapat menjadi sarana pendalaman numerasi dan literasi. Pustaka juga harus menjadi taman belajar dan tempat yang menyenangkan bagi anak-anak,” tuturnya.

Sementara itu, Bambang, yang menjadi Ketua Tim Penilai menegaskan bahwa perpustakaan desa ideal merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan desa mandiri.

Menurutnya, perpustakaan harus mampu menjadi promotor lahirnya ide-ide kreatif di tengah masyarakat.

“Pustaka sebenarnya sederhana, yang terpenting adalah inovasi. Bagaimana perpustakaan dikemas menjadi lebih menarik, nyaman, dan diminati masyarakat sehingga mampu melahirkan kreativitas baru serta meningkatkan minat kunjung masyarakat,” ucap Bambang.

Ia juga menekankan bahwa perpustakaan harus terus berkembang menjadi pusat pengetahuan dan pusat aktivitas positif masyarakat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....