Cegah Dokumen Palsu, Universitas Riau Resmi Terbitkan Ijazah Digital

  • 18 Mei 2026 08:02 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Celah peredaran dokumen kelulusan fiktif di dunia kerja kini semakin dipersempit. Terhitung sejak Mei 2026, Universitas Riau (UNRI) secara resmi memangkas birokrasi tradisional dan menutup potensi pemalsuan dengan merilis ijazah berbasis elektronik. Sebagai langkah pembuka pada periode ini, sebanyak 1.118 lulusan langsung dibekali dengan dokumen digital mutakhir tersebut.

Transisi besar-besaran dari lembaran kertas fisik menuju format digital ini bukanlah kebijakan instan. Eksekusi ini merupakan respons konkret pihak rektorat dalam menjawab tantangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terkait modernisasi layanan institusi pendidikan. Sebelum resmi diluncurkan, UNRI telah mematangkan kesiapan seluruh elemen kampus melalui serangkaian lokakarya intensif.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau, Mexsasai Indra, menggarisbawahi bahwa inovasi ini merupakan perisai utama untuk mendongkrak kredibilitas dan keamanan data akademis para lulusan.

"Pemberlakuan ijazah elektronik yang dimulai Mei 2026 ini adalah wujud nyata komitmen kami menjalankan instruksi kementerian untuk bertransformasi. Implementasi sistem cerdas ini akan kami eskalasi secara bertahap," ungkap Mexsasai, Minggu 17 Mei 2026.

Nilai jual utama dari inovasi ini bertumpu pada benteng keamanannya. Ijazah para alumnus kini dipersenjatai dengan sistem kriptografi canggih dan otentikasi tanda tangan elektronik. Standar pengamanan tingkat tinggi ini membuat dokumen tersebut nyaris mustahil untuk diduplikasi, diretas, atau dimodifikasi oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Algoritma sistem akan langsung memberikan peringatan otomatis apabila mendeteksi adanya upaya manipulasi data sekecil apa pun pada dokumen tersebut. Dengan begitu, jaminan atas keabsahan dan legalitas data lulusan berada pada tingkat maksimal," terang Mexsasai merinci ketangguhan sistem baru ini.

Di luar urusan keamanan, terobosan ini menjadi angin segar bagi kelancaran karier alumni dan efisiensi pihak perekrut tenaga kerja (HRD). Pemilik ijazah kini terbebas dari rasa cemas akan risiko dokumen hancur, basah, atau lenyap.

Sementara itu, bagi perusahaan, proses pembuktian riwayat pendidikan pelamar dapat dilakukan dalam hitungan detik. Cukup dengan mengunduh aplikasi QR Peruri di toko aplikasi digital, pemindai tinggal mengarahkan gawai ke kode batang (QR Code) yang tertera. Dalam sekejap, basis data pusat akan menampilkan profil akademis mahasiswa secara utuh, sehingga ritual melelahkan seperti legalisasi stempel basah tak lagi diperlukan.

"Selain menghadirkan rasa aman, migrasi ke budaya tanpa kertas (paperless) ini wujud nyata kepedulian kampus terhadap lingkungan. Harapan kami, revolusi ini membuat lulusan UNRI semakin lincah menembus dunia industri yang ritmenya kini serba cepat," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....