Hujan Merata di Riau, Karhutla Berhasil Dipadamkan
- 13 Mei 2026 11:55 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Provinsi Riau berdampak positif terhadap penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Beberapa titik api yang sebelumnya muncul di sejumlah daerah kini dilaporkan telah padam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal mengatakan, sebelumnya Karhutla sempat terjadi di Kabupaten Rokan Hilir dan Pelalawan. Namun berkat upaya pemadaman tim gabungan yang dibantu turunnya hujan, kondisi saat ini sudah terkendali.
“Karhutla saat ini sudah nihil. Titik-titik yang sebelumnya terbakar sudah berhasil dipadamkan karena hujan turun cukup merata di wilayah Riau,” ujarnya, Rabu 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, proses pemadaman dilakukan melalui jalur darat maupun udara. Kondisi cuaca yang mendukung juga mempercepat proses pendinginan di lokasi bekas kebakaran.
Seiring meningkatnya intensitas hujan di Riau, kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk sementara dihentikan. Hingga kini, total garam yang telah disemai dalam pelaksanaan OMC mencapai 64 ton.
Menurut Edy, penghentian sementara dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan berlebih yang berpotensi memicu banjir di sejumlah wilayah.
“OMC dihentikan sementara karena curah hujan sudah cukup tinggi. Kalau terus dilakukan dikhawatirkan justru menimbulkan banjir,” katanya.
Meski demikian, pesawat yang digunakan untuk pelaksanaan OMC masih disiagakan di Riau sambil menunggu keputusan pemerintah pusat terkait kelanjutan operasi tersebut. Selain mendukung OMC, pesawat tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk patroli udara guna memantau potensi Karhutla di wilayah rawan.
Sementara itu, hingga saat ini BPBD Riau belum menerima laporan adanya daerah yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan. Namun pihaknya tetap meminta BPBD kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan.
“Belum ada laporan banjir, meskipun ada beberapa sungai yang permukaan airnya mulai naik. Kami tetap mengimbau seluruh daerah waspada dan segera melapor jika membutuhkan bantuan,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....