Petani Pekanbaru Keluhkan Mahalnya Harga Pupuk Sayuran

  • 13 Mei 2026 10:54 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kenaikan harga pupuk mulai dirasakan para petani sayuran di Kota Pekanbaru. Kondisi ini dinilai semakin membebani biaya produksi pertanian di tengah harga hasil panen yang cenderung stagnan bahkan mengalami penurunan.

Salah seorang pedagang pupuk di Pekanbaru, Zahra, mengatakan sejumlah jenis pupuk mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan tersebut terjadi pada pupuk yang banyak digunakan petani sayuran.

“Untuk pupuk NPK Mutiara 16-16 sekarang harganya Rp830 ribu per sak, KCL Rp455 ribu per sak, sedangkan TSP mencapai Rp730 ribu per sak,” ujarnya, Rabu 13 Mei 2026.

Sementara itu, Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Riau, Misngadi menilai kondisi tersebut cukup menyulitkan petani karena biaya produksi terus meningkat, sedangkan harga hasil pertanian tidak mengalami kenaikan.

“Ini sangat menyulitkan petani. Harga hasil panen di pasar cenderung tetap bahkan menurun, sementara harga sarana produksi seperti pupuk justru naik sangat tinggi,” katanya.

Menurut Misngadi, kenaikan harga pupuk dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari kondisi global hingga tingginya biaya bahan bakar minyak yang berdampak pada proses produksi dan distribusi pupuk.

“Isunya salah satunya karena perang dan juga BBM. Bahan baku pupuk banyak berasal dari luar negeri, sementara biaya pengolahan dan transportasi juga ikut naik karena harga solar industri mahal,” jelasnya.

Ia menambahkan kondisi antrean panjang kendaraan pengangkut solar di sejumlah SPBU juga turut memengaruhi distribusi barang dan meningkatkan biaya operasional di lapangan.

“Antrian kendaraan untuk mendapatkan solar sekarang sangat panjang. Itu menandakan pasokan tidak sebanyak sebelumnya dan akhirnya berdampak ke biaya distribusi,” tambahnya.

Para petani berharap pemerintah dapat mencari solusi untuk menstabilkan harga pupuk dan menjamin ketersediaan bahan bakar agar biaya produksi pertanian tidak semakin membebani petani di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....