IKA Faperta Unri Dorong Pertanian Riau untuk Lebih Produktif

  • 12 Mei 2026 11:48 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Riau Agriculture Forum atau RAF 2026 menjadi ruang pembahasan arah penguatan sektor pertanian di Provinsi Riau. Forum ini menyoroti kebutuhan daerah dalam meningkatkan produksi pangan, memperluas lahan tanam, dan memperkuat peran sumber daya manusia pertanian.

Kegiatan yang digelar di Gedung Integrated Classroom Universitas Riau, Senin, 11 Mei 2026, melibatkan IKA Faperta Unri, Fakultas Pertanian Unri, Bidang SDA dan Ketahanan Pangan IKA Unri, serta Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau.

Ketua IKA Faperta Unri, Aang Ananda Suherman, mengatakan RAF 2026 diarahkan sebagai forum gagasan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan. Menurutnya, sektor pertanian Riau membutuhkan konsep pembangunan yang lebih terukur agar tidak hanya bergantung pada program jangka pendek.

“Semoga RAF 2026 menjadi salah satu wadah untuk merumuskan cetak biru pembangunan sektor pertanian di Provinsi Riau,” kata Aang pada Senin 11 Mei 2026.

Ia menilai alumni pertanian memiliki peran penting dalam menjembatani pemikiran akademik dengan kebutuhan lapangan. Peran tersebut dibutuhkan agar kebijakan pertanian tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat diterapkan langsung untuk memberi manfaat kepada petani dan masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Riau, Supriadi, menyampaikan pangan menjadi sektor penting dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menyebut produksi padi Riau mengalami kenaikan 12,7 persen dalam periode 2023 hingga 2025.

Pemerintah Provinsi Riau juga memproyeksikan kemampuan pemenuhan pangan daerah naik dari 22 persen pada 2024 menjadi 23 persen pada 2025. Meski meningkat, angka tersebut menunjukkan bahwa Riau masih perlu memperkuat produksi pangan lokal secara lebih serius.

Untuk mendorong peningkatan produksi, pemerintah daerah menyiapkan tiga langkah utama. Langkah itu meliputi percepatan Indeks Pertanaman pada lahan baku sawah seluas 59.181 hektare, perluasan areal tanam baru, serta pemanfaatan lahan kering melalui pengembangan padi gogo.

Pengembangan padi gogo juga akan diarahkan pada lahan Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR seluas 16.000 hektare untuk periode 2025-2026. Selain itu, Riau telah memiliki sejumlah varietas unggul padi gogo lokal, seperti Kalpatali Rambah Samo, Siperak, dan Kuok, yang dinilai dapat mendukung produktivitas lahan.

Supriadi menambahkan, penguatan pertanian tidak cukup hanya melalui perluasan lahan dan peningkatan produksi. Pemerintah juga perlu menyiapkan petani muda yang mampu mengelola pertanian secara modern, produktif, dan berkelanjutan.

“Pengembangan sumber daya manusia melalui program Petani Milenial dinilai menjadi jantung transformasi menuju ekosistem pertanian yang menguntungkan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui RAF 2026, sektor pertanian Riau diharapkan memiliki arah pembangunan yang lebih jelas. Forum ini juga menjadi dorongan agar kampus, alumni, pemerintah, dan pelaku usaha dapat bekerja bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....